nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demi Gaji dan Tukin PNS Baru, Anggaran Kemenkeu Naik pada 2020

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 17:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 18 20 2067931 demi-gaji-dan-tukin-pns-baru-anggaran-kemenkeu-naik-pada-2020-0ioeFNYBHO.jpeg Uang Rupiah (Foto: Kurniasih/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajukan anggaran tahun 2020 sebesar Rp44,39 triliun yang telah disetujui oleh Komisi XI DPR RI. Anggaran itu terdiri dari anggaran murni Kemenkeu sebesar Rp35,648 triliun dan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp8,745 triliun.

Maka, jika tanpa dimasukkan BLU, anggaran murni Kemenkeu di tahun depan sebesar Rp35 triliun. Angka ini naik Rp4,2 triliun dari tahun lalu yang sekitar Rp31,4 triliun.

Dari total anggaran tersebut, kenaikan anggaran tertinggi terjadi pada unit Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemenkeu yaitu sebesar Rp2,14 triliun. Pagu anggaran Setjen menjadi 20,34 triliun di 2020 dari tahun ini sebesar Rp18,20 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Rp44,39 Triliun untuk Anggaran Kemenkeu di 2020

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkeu Hadiyanto menjelaskan, kenaikan anggaran ditujukan untuk penambahan dan pembayaran gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebab, adanya penambahan jumlah pegawai baru di tahun 2019.

"Itu untuk menampung penambahan pegawai baru sebanyak 3.699 pegawai di Kemenkeu," ujarnya ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/6/2019)

Selain itu, kenaikan pagu anggaran juga disebabkan pembayaran tunjangan kinerja (tukin) untuk Eselon I yang juga dikelola oleh Sekjen. "Ini juga pembayaran tukin untuk seluruh Eselon 1 di seluruh Setjen," imbuhnya.

Baca Juga: Soal Rp3,6 Triliun untuk Beli Anjing Pelacak, Ini Jawaban Dirjen Bea Cukai

Kendati demikian, Hadiyanto belum merinci besaran anggaran secara khusus untuk kedua sektor tersebut. Dia menekankan, rincian penggunaan anggaran akan tertuang nanti Rencana Kerja & Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL).

"Ini kan baru pagu indikatif dan dengan penambahan jumlah pegawai sebesar itu dan ada kebutuhan untuk bangun gedung untuk pusintek (Pusat Informasi dan Teknologi) maka diperkirakan kenaikan sebesar sebesar Rp2 triliun," jelas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini