Dolar AS Bergerak Landai Jelang Rapat The Fed

Selasa 18 Juni 2019 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 18 278 2067644 dolar-as-bergerak-landai-jelang-rapat-the-fed-rslMCtPMix.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya hampir tidak berubah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), bergerak di dekat level tertinggi dua minggu karena investor mempertimbangkan kembali bagaimana kemungkinan sikap dovish Federal Reserve (Fed) pada pertemuan kebijakan minggu ini.

Pasar mata uang yang lebih luas sepi, karena para pedagang ragu untuk mengambil posisi besar sebelum pertemuan dua hari The Fed, pertemuan pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) di Portugal, dan keputusan suku bunga Bank Sentral Inggris (BoE) pada Kamis (20/6/2019).

"Tidak akan mengejutkan kami melihat sedikit volatilitas memasuki pertemuan ini, tetapi pada akhirnya Anda akan melihat orang-orang mengambil lebih banyak pendekatan menunggu dan melihat," kata Manajer Portofolio Manulife Asset Management Charles Tomes seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

 Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 1% Imbas Melemahnya Data Ekonomi China

Ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed 18-19 Juni telah jatuh ke probabilitas 20,8%, menurut alat FedWatch CME Group. Tetapi taruhan untuk pelonggaran moneter pada pertemuan Juli tetap tinggi, dengan pasar memperhitungkan peluang 67,9% untuk pemotongan 25 basis poin.

Pertumbuhan lapangan kerja yang lambat pada Mei, komentar dovish dari anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), dan data inflasi yang lemah minggu lalu, mendorong peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga.

"Mungkin dijamin bahwa Anda perlu sedikit pemotongan suku bunga. Kami pikir pendulum telah berayun agak terlalu jauh, terlalu cepat dalam jangka pendek di mana pasar telah maju dengan sendirinya dalam mengkalkulasi pemotongan (suku bunga)," kata Tomes.

Indeks dolar AS mencapai tertinggi dua minggu di 97,603 pada Senin (17/6/2019) tetapi terakhir datar di 97,573. Euro 0,07% lebih tinggi pada USD1,122 karena investor menunggu pidato para pembuat kebijakan pada pertemuan Bank Sentral Eropa di Sintra, Portugal, dan data inflasi zona euro pada Selasa waktu setempat.

Terhadap yen, dolar AS sedikit lebih kuat, terakhir naik 0,06% menjadi 108,62.

 Baca Juga: Sinyal Kuat The Fed Turunkan Suku Bunga, Wall Street Menguat

Sterling merosot serendah USD1,254, terlemah sejak Januari, menuju tingkat terendah 2019. Investor khawatir Boris Johnson, calon terkuat untuk menggantikan Perdana Menteri Theresa May, dapat menempatkan Inggris di jalur menuju Brexit yang tanpa kesepakatan.

Bank sentral Inggris, Bank of England, pada Kamis (20/6/2019) akan mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter. Meskipun Kepala Ekonom BoE Andy Haldane mengatakan bank sentral mendekati waktu bagi Inggris untuk menaikkan suku bunga, tidak ada perubahan besar yang diharapkan sampai negosiasi Brexit selesai, kata Stephen Gallo, Kepala Strategi Valuta Asing Eropa di BMO Capital Markets.

"Kami memperkirakan (Komite Kebijakan Moneter) untuk mempertahankan bias pengetatan ke tingkat tertentu, meskipun kami tidak akan mengesampingkan beberapa penyesuaian moderat untuk mengakui latar belakang global yang memburuk dan kondisi ekonomi yang lemah di zona euro."

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini