nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Reekspor Sampah Plastik Impor Ilegal

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 10:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 18 320 2067704 indonesia-reekspor-sampah-plastik-impor-ilegal-4aXAVww4sg.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Pemerintah memutuskan untuk mengekspor ulang (reekspor) sampah plastik impor ilegal yang ditemukan di Gresik, Jawa Timur. Perlakuan sama juga dilakukan terhadap keberadaan sampah plastik impor ilegal yang ditemukan di Batam, Kepulauan Riau.

Hal itu dikatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menjawab pertanyaan State Secretary for Infrastructure and Water Management Belanda Stientjevan Veldhovenfor di sela-sela pertemuan menteri-menteri lingkungan hi dup anggota G-20 yang diselenggarakan di Karuizawa, Jepang, kemarin.

 Baca Juga: Perangi Sampah Plastik, RI-Belanda Mantapkan Kerja Sama Lingkungan Hidup

Menteri Siti menegaskan ke seriusan Indonesia dalam memerangi sampah plastik, antara lain dengan larangan single use plastic di 19 kota/kabupaten.

“Masyarakat dan swasta juga telah banyak dilibatkan termasuk sejumlah perusahaan besar,” kata Menteri Siti dalam rilisnya, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Indonesia dengan Belanda sepakat meman tapkan kerja sama bidang lingkungan hidup. “Lingkungan hidup yang baik merupakan hak warga negara yang dite tap kan dalam UUD 1945 beserta peraturan turunannya sehingga sangat kondusif untuk diimplementasikan,” ujar Siti.

 Baca Juga: Indonesia Akan Kirim Balik Sampah Plastik Ilegal ke Negara Asalnya

Dia mengungkapkan, telah disahkan peraturan mengenai subsidi untuk pemerintah daerah (pemda) membantu perusahaan swasta mengumpulkan dan mengolah sampah sehingga usaha tersebut bisa menguntungkan.

Menyikapi hal itu, Veldhovenfor meyakinkan bahwa Belanda menentang ekspor plastik bekas dan akan mendesak Uni Eropa mengambil sikap yang sama. “Plastik tetap mempunyai peran, namun segala sesuatu jangan sekali buang. Eropa harus mengurus sendiri sampah plastiknya. Tolong beri tahu kami kalau ada sampah plastik Eropa yang sampai ke Indonesia,” kata Veldhovenfor.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini