Mahalnya Tiket Pesawat Jadi Polemik, AirAsia Pasang Harga ke Singapura Rp150 Ribu

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 18 320 2068016 mahalnya-tiket-pesawat-jadi-polemik-airasia-pasang-harga-ke-singapura-rp150-ribu-7whprkCuLL.jpg Foto: Pesawat AirAsia

JAKARTA – Maskapai AirAsia melakukan promosi dengan membanting harga tiket pesawat di tengah kemelut mahalnya ongkos penerbangan pasca-Lebaran ini. Maskapai low cost carrier ini menawarkan 5 juta kursi promo dengan tujuan destinasi internasional maupun domestik.

Melalui program promosinya, kursi penerbangan dari Jakarta ke Singapura mulai dari Rp150.000, Medan ke Penang mulai dari Rp230.000, Surabaya ke Bali mulai dari Rp359.000.

Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taberi mengatakan, pemesanan dapat dilakukan melalui airasia.com atau aplikasi AirAsia mulai 16 Juni 2019 pukul 23.00 WIB hingga 19 Juni 2019 pukul 23.00 WIB untuk terbang antara 1 November 2019 dan 8 September 2020.

Baca Juga: AirAsia Jadi Maskapai Pertama Pakai Airbus A330neo

“Selesai libur lebaran, jangan kasih kendor. Langsung siapkan liburan selanjutnya dengan AirAsia dan sekarang saatnya pesan kursi gratisnya. Selain ada 5 juta kursi yang ditawarkan, kali ini kami juga menggratiskan biaya pemrosesan jika Anda bertransaksi dengan BigClick, fitur pembayaran sekali klik yang lebih praktis,” jelas Rifai dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/6/2019).

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti menyebutkan, saat ini maskapai yang beroperasi di Indonesia banyak tertimpa kerugian. Dia mencontohkan, maskapai AirAsia yang mengalami kerugian total mencapai Rp1 triliun.

“Dari laporan keuangan terakhir 2018 banyak yang rugi. Malah tidak ada yang untung. Air Asia hampir Rp1 triliun kalau tidak salah kerugiannya,” ujar Polana.

Dia menambahkan, Kemenhub akan mengevaluasi masalah-masalah apa saja yang tengah dihadapi maskapai lokal.

Baca Juga: KPPU Panggil Manajemen AirAsia, Minta Penjelasan soal Harga Tiket

“Saat ini kita sedang mengumpulkan data. Karena memang enggak ada subsidi sama sekali ya,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, harus ada bantuan terhadap maskapai dalam meringankan beberapa beban operasional yang membuatnya terus merugi.

Apalagi, kata dia, Garuda Indonesia masih rugi. “Kita harus bantu. Harusnya saling bantu, sharing the pain. Memberikan insentif serta keringanan karena akhirnya berdampak juga ke kita. Karena Garuda saja masih rugi,” katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini