nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesawat Jet Pindah Terbang dari Bandara Husein ke Kertajati Paling Lambat 1 Juli

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 10:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 19 320 2068152 pesawat-jet-pindah-terbang-dari-bandara-husein-ke-kertajati-paling-lambat-1-juli-oY8DHgufdf.jpg Foto: Bandara Kertajati (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan paling lambat pada 1 Juli 2019 seluruh operasional penerbangan domestik dengan pesawat jet di Bandara Internasional Husein Sastranegara dialihkan ke Bandara Internasional Kertajati.

”Pemerintah pusat berkomitmen untuk mengatur semua stakeholder agar pelayanan di Kertajati ini menjadi baik. Kita rencanakan paling lambat 1 Juli, karena bertahap. Di sini (Kertajati) ada 28 take-off, 28 landing, berarti ada 56 take-off dan landing yang pindah ke Kertajati, yaitu semua pesawat jet (rute) dalam negeri,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta kemarin.

 Baca Juga: Perpindahan Penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Kertajati Dimulai

Sementara untuk operasional seluruh pesawat propeller dan pesawat yang mengoperasikan rute luar negeri tetap melalui Husein Sastranegara di Bandung. Menyusul keputusan tersebut, PT Angkasa Pura II menyatakan siap untuk melakukan penataan penerbangan di Husein Sastrane gara dan Kertajati.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, saat ini tengah dilakukan pendataan terkait kebutuhan yang diperlukan maskapai agar pengalihan penerbangan berjalan mulus.

”Kami tengah mendata apa saja yang dibutuhkan maskapai supaya paling lambat 1 Juli 2019 seluruh penerbangan sudah pindah ke Kertajati, sesuai keputusan rapat hari ini,” imbuhnya.

 Baca Juga: Bandara Kertajati Buka Penerbangan Haji Mulai Juli, Intip Persiapannya

Pengamat penerbangan yang juga anggota Ombudsman Alvin Lie menilai, hingga kini jalan tol Cileunyi, Sumedang, Dawuan (Cisumdawu) belum selesai dan belum ada aksesibilitas kereta ataupun bus ke Bandara Kertajati.

”Kondisi itu membuat konsumen berpotensi pindah ke Halim atau Soekarno- Hatta, sebab aksesibilitas ke sana lebih mudah,” ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini