nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

38 Terminal Bus Bakal Dimodif bak Bandara

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 17:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 19 320 2068396 38-terminal-bus-bakal-dimodif-bak-bandara-EWeSFrLVsi.jpg Ilustrasi Terminal (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan merevitalisasi 38 Terminal Bus Tipe A di seluruh Indonesia. Terminal bus tersebut nantinya akan seperti bandar udara (Bandara).

"Jadi, yang disampaikan Pak Menteri Budi Karya Sumadi singkat jelas dan padat begitu, yakni meminta tahun depan terminal harus sama dengan bandara. Nah pergerakan saya setelah itu adalah kita harus mencari, bandara apa sih level of servicenya seperti apa. Kemudian apa sih performance nya apa saja. SDM dan sebagainya," ujar Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, di Gedung KSP Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga: Ombudsman: Terminal Baranangsiang Mengenaskan dan Tidak Manusiawi

Maka itu, lanjut dia, pihaknya akan mencari dana dulu untuk membangun secara fisik. Karena membangun fisik kalau ada anggaran mudah membangun itu.

"Pak Menteri Budi Karya sudah menyampaikan kepada Kementerian Keuangan. Saya akan dibackup anggaran tambahan. Dan akan ditambah untuk pembangunan bidang terminal. Tapi kan bukan cuma sampai di situ saja, harus ada peningkatan SDM nya, level of servicenya termasuk penataan both makanan di dalam," tutur dia.

Baca Juga: Terminal Ini Akan Punya Fasilitas seperti Bandara

Dia menuturkan bahwa setiap masing-masing terminal anggarannya untuk pembangunan fisik sekitar Rp30-40 miliar. "Rata-rata kalau kita mau membangun kembali atau renovasi itu besar. Antara Rp30-40 miliar bervariasi tergantung kondisi terminal. Tipe A ya," ungkap dia.

Sebelumnya, Terminal Giwangan menjadi satu dari puluhan terminal tipe A di Indonesia yang akan masuk dalam program revitalisasi angkutan massal dari Kementerian Perhubungan sehingga nantinya memiliki penampilan yang tidak kalah menarik dari bandara.

"Kita lihat, bangunan terminal ini harus direvitalisasi. Tujuannya agar orang-orang yang tidak lagi menggunakan bus akan kembali naik bus," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini