Genjot Digital, Media Nusantara Citra Targetkan Pertumbuhan Double Digit

Selasa 25 Juni 2019 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 25 278 2070503 genjot-digital-media-nusantara-citra-targetkan-pertumbuhan-double-digit-Ns4X0BzICG.jpg Foto: RUPSLB Media Nusantara Citra (Okezone)

JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) menargetkan pertumbuhan double digit dan harga saham melesat hingga 10 kali lipat dari saat ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo seusai Rapat Umum Pemegang Saham dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) MNCN pada Senin (24/6/ 2019).

“Saya akan berjuang, 5 tahun lagi harga saham minimal harus 10 kali lipat, itu tugas saya,” kata Hary, di iNews Tower, Jakarta Pusat.

Berdiri sejak tahun 2001, MNC selalu mengalami pertumbuhan double digit hingga pada tahun 2007 ketika go public MNC bisa menghimpun dana hingga USD520 juta.

Baca Juga: MNC Tebar Dividen Rp214 Miliar

Pada puncaknya, kapitalisasi pasar MNC pernah melampaui Rp50 triliun saat kurs nilai tukar Rupiah masih di bawah Rp10.000 per dolar AS.

MNCN memiliki bisnis utama FTA dan konten. Produksi konten saat ini mencapai 23.000 jam dalam setahun, sehingga laju perseroan sangat pesat.

Hary memaparkan MNC akan tumbuh double digit dengan terobosan-terobosan dan transformasi yang mengadaptasi kebutuhan zaman now. 

Seperti diketahui, saat ini basis pemirsa ada yang tradisional, yaitu menikmati konten dengan menonton dari televisi biasa, dan ada juga yang digital, yaitu anak muda menonton melalui gadget

Ke depan, MNC terus menggenjot sektor digital, sehingga dua basis pemirsa tersebut kian kuat direngkuh perseroan.

“Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman now,” kata Hary.

Baca Juga: Laporan Keuangan Positif, Saham MNC Meroket

Sebagai informasi, Indonesia berada di peringkat empat YouTube secara global. Adapun, akun-akun YouTube MNC menduduki peringkat nomor satu di YouTube Indonesia, artinya secara global MNC salah satu penyedia konten terbesar di dunia. Hal ini ditunjukkan dengan subscriber MNC di YouTube yang mencapai lebih dari 37,6 juta.

Di portal digital, MNC memiliki Okezone.com dan Sindonews.com, yang saat ini masing-masing menduduki rangking 4 dan 5 dari keseluruhan top Indonesia Search.

Untuk katagori portal berita Okezone sudah berada di nomor dua, sedangkan Sindonews.com nomor 3. Dengan kunjungan visitor mencapai 14 juta setiap hari.

Saat ulang tahun RCTI nanti, RCTI Plus, yaitu OTT khusus live streaming empat TV MNC Group akan diluncurkan. Melalui OTT ini, apabila pemirsa ada yang terlewat tidak menonton tayangan favoritnya, maka tayangan bisa diputar ulang dan ditonton. Selain itu, ada konten original, behind the scene, bloopers dan lain sebagainya.

Hary mengatakan kontribusi dari digital dan konten, lima tahun mendatang akan mencapai 40% dari total pendapatan MNC, sisanya dari kontribusi konvensional. Hal ini bergeser dari yang sebelumnya pendapatan MNC hingga 100% berasal dari media konvensional.

“Digital dan konten akan besar. Lima tahun lagi 40% dari digital plus konten, 60% dari konvensional,” kata Hary.

Untuk ekspansi di bidang digital, MNC tidak lagi membutuhkan capital expenditure alias belanja modal, sebab telah memiliki infrastruktur yang sangat lengkap. Namun, akan ada kebutuhan tambahan untuk working capital seiring dengan digenjotnya produksi.

Pada RUPSLB ini, MNCN juga meraih persetujuan pemegang saham untuk melepas 8% saham melalui private placement dengan harga kisaran Rp1.600-Rp2.000 per saham.

 Pelepasan saham tersebut akan dilakukan di saat harga yang paling tinggi. Penambahan modal tersebut bisa dilakukan 2 tahun sejak RUPSLB dilakukan.

Selain itu, MNCN memutuskan pembagian dividen tunai Rp214 miliar atau setara Rp15 per lembar saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019.

Nilai tersebut merupakan 14% dari laba bersih yang berhasil dikantongi perusahaan media MNC Group itu pada tahun 2018 sebesar Rp1,6 triliun. Adapun, jumlah pembagian dividen ini meningkat dari tahun lalu yang sebesar Rp209 miliar.

Jumlah pembagian dividen tersebut telah disetujui oleh pemegang saham. Menurutnya, perseroan memang ingin membagikan nilai dividen yang lebih besar, namun terdapat beberapa kebutuhan yang menjadi pertimbangan.

Di antaranya, untuk kebutuhan mempercepat penurunan rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio, hingga pengembangan bisnis konten, khususnya pengembangan dari konvensional ke digital.

"Sebenarnya ingin bagikan dividen dalam jumlah yang lebih besar, namun kita ingin mempercepat penurunan debt to equity ratio, juga ada kebutuhan untuk in house production yang naik," ujar Hary yang juga Komisaris Utama MNCN.

Selain untuk dividen, porsi laba bersih Rp1 miliar akan dibukukan sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan sisanya akan dibukukan sebagai laba ditahan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini