Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Genjot Digital, Media Nusantara Citra Targetkan Pertumbuhan Double Digit

Genjot Digital, Media Nusantara Citra Targetkan Pertumbuhan <i>Double Digit</i>
Foto: RUPSLB Media Nusantara Citra (Okezone)
A
A
A

Hary mengatakan kontribusi dari digital dan konten, lima tahun mendatang akan mencapai 40% dari total pendapatan MNC, sisanya dari kontribusi konvensional. Hal ini bergeser dari yang sebelumnya pendapatan MNC hingga 100% berasal dari media konvensional.

“Digital dan konten akan besar. Lima tahun lagi 40% dari digital plus konten, 60% dari konvensional,” kata Hary.

Untuk ekspansi di bidang digital, MNC tidak lagi membutuhkan capital expenditure alias belanja modal, sebab telah memiliki infrastruktur yang sangat lengkap. Namun, akan ada kebutuhan tambahan untuk working capital seiring dengan digenjotnya produksi.

Pada RUPSLB ini, MNCN juga meraih persetujuan pemegang saham untuk melepas 8% saham melalui private placement dengan harga kisaran Rp1.600-Rp2.000 per saham.

 Pelepasan saham tersebut akan dilakukan di saat harga yang paling tinggi. Penambahan modal tersebut bisa dilakukan 2 tahun sejak RUPSLB dilakukan.

Selain itu, MNCN memutuskan pembagian dividen tunai Rp214 miliar atau setara Rp15 per lembar saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019.

Nilai tersebut merupakan 14% dari laba bersih yang berhasil dikantongi perusahaan media MNC Group itu pada tahun 2018 sebesar Rp1,6 triliun. Adapun, jumlah pembagian dividen ini meningkat dari tahun lalu yang sebesar Rp209 miliar.

Jumlah pembagian dividen tersebut telah disetujui oleh pemegang saham. Menurutnya, perseroan memang ingin membagikan nilai dividen yang lebih besar, namun terdapat beberapa kebutuhan yang menjadi pertimbangan.

Di antaranya, untuk kebutuhan mempercepat penurunan rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio, hingga pengembangan bisnis konten, khususnya pengembangan dari konvensional ke digital.

"Sebenarnya ingin bagikan dividen dalam jumlah yang lebih besar, namun kita ingin mempercepat penurunan debt to equity ratio, juga ada kebutuhan untuk in house production yang naik," ujar Hary yang juga Komisaris Utama MNCN.

Selain untuk dividen, porsi laba bersih Rp1 miliar akan dibukukan sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan sisanya akan dibukukan sebagai laba ditahan.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement