Bertemu Menko Luhut, Pengusaha Sawit Minta Pungutan Ekspor Dihapus

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 27 320 2071440 bertemu-menko-luhut-pengusaha-sawit-minta-pungutan-ekspor-dihapus-LmAWw7PyVW.jpg Perkebunan Kelapa Sawit (Foto: Reuters)

JAKARTA – Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia (APPKSI) menyambut baik langkah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang akan mengkaji permintaan petani untuk mencabut pungutan ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO)

Sekretaris Jenderal APPKSI Arifin Nur Cahyono mengatakan, kedatangan APPKSI ke kantor Kemenko Maritim diterima oleh Sekretaris Menko Kemaritiman. Dalam pertemuan tersebut, APPKSI meminta pemerintah untuk menghapuskan pungutan ekspor CPO.

Baca Juga: Butuh 1,5 Tahun untuk Proses Gugatan Sawit ke Uni Eropa

Saat ini pungutan tersebut tengah di hentikan sementara, tapi rencananya kembali diberlakun pada 1 Juli mendatang. “Kami di terima oleh sekretarisnya dengan Pak Luhut. Kami sampaikan bahwa kami menolak pember lakuan kembali pungutan itu. Kalau bisa di hapus saja,” ujar dia di Jakarta kemarin.

ILustrasi perkebunan sawit di Indonesia

Arifin menyatakan, alasan petani kelapa sawit menolak diberlakukan kembali pungutan tersebut karena berpotensi membuat harga kelapa sawit di tingkat petani anjlok.

Baca Juga: Gugat Uni Eropa soal Diskriminasi Sawit, Indonesia Pilih 5 Firma Hukum Asing

“Alasannya, jatuhnya harga tandan buah segar (TBS) sawit. Ini yang merasakan para petani plasma. Pungutan ini juga tidak ada gunanya juga untuk petani plasma. Ini tidak sesuai dengan UU perkebunan dan rawan penyelewengan,” jelas dia.

Padahal, lanjut Arifin, saat ini harga TBS kelapa sawit sudah mulai merangkak naik. Mes ki kenaikan tersebut masih belum sesuai dengan harapan para petani. “Sekarang masih me rangkak naik, belum stabil. Petani plasma belum sepenuhnya merasakan kenaikan.

Jadi kalau itu diberlakukan, maka akan menekan harga lagi,” ungkap dia. Menurut dia, pihak Kemenko Kemaritiman telah berjanji untuk mempelajari lebih jauh mengenai tuntutan para petani ini.

Bahkan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berjanji untuk kembali memanggil para petani guna membahas masalah ini. “Pak Luhut berjanji akan concern masalah petani ini. Karena dari awal beliau sudah concern sekali.

Dia berjanji untuk kembali memanggil kita dari petani, akan membuka mediasi. Namun, beliau harus mempelajari dulu masalahnya. Se jauh ini kami menunggu untuk diundang lagi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini