Toyota Siapkan Rp28,3 Triliun untuk Investasi Mobil Listrik di Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 28 320 2072253 toyota-siapkan-rp28-3-triliun-untuk-investasi-mobil-listrik-di-indonesia-onbBBwb1YD.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah optimitistis terjadi peningkatan penanaman modal oleh para investor Jepang yang dibenamkan di Indonesia. Hal tersebut didukung dengan penandatanganan framework document antara Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dengan Ministry of Economy, Trade, and Investment (METI) Jepang, Hiroshige Seko di Osaka, Jepang.

Contohnya, ketika dirinya melakukan pertemuan dengan President Toyota Motor Corp Akio Toyoda dalam sesi One on One Meeting. Toyota menyatakan akan mengembangkan kendaraan berbasis listrik khususnya hybrid di Indonesia.

Baca Juga: Perpres Kendaraan Listrik Segera Terbit, Cek di Sini

“Dengan adanya kerjasama proyek The New Manufacturing Industry Development Center (New MIDEC) ini bisa mengkompensasikan defisit perdagangan antara Indonesia dan Jepang dalam bentuk capacity building yang sifatnya dasar untuk sektor manufaktur," ujar Airlangga, dalam keterangannya, Jumat (28/6/2019)

Rencananya, lanjut Airlangga, Toyota siap menggelontorkan dana sebesar Rp28,3 triliun selama empat tahun ke depan.

Baca Juga: PLN: Tidak Lama Lagi Perpres Mobil Listrik Diterbitkan

Selain itu, Toyota juga berencana investasi  terkait dengan kebijakan pemerintah yang baru, yaitu mendorong pengembangan electric vehicle. Hal tersebut yang akan tercantum dalam dua PP. Pertama, mengenai percepatan kendaraan berbasis elektrik, dan yang kedua adalah kegiatan terkait dengan PPnBM untuk industri berbasis elektrik, yang di dalamnya termasuk hybrid.

"PPnBM itu akan menjadi nol kalau berbasis kepada elektrik dan emisinya paling rendah," ungkapnya

Menperin menyampaikan, Kementerian Perindustrian bersama salah satu produsen automotif Jepang, telah melakukan studi pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik. Kegiatan ini juga melibatkan enam perguruan tinggi di Indonesia.

Baca Juga: Setelah Mobil, Kini Giliran Pesawat Listrik Siap Dobrak Pasar Dunia

"Dari hasil studi itu terlihat hybrid menjadi salah satu alternatif karena well to wheel, di mana dilihat juga ekosistem pembangkitan energi, mulai dari primary energy sampai kepada penggerak automotif," terangnya.

Kemenperin sendiri sudah mendorong pengembangan teknologi kendaraan listrik di dalam negeri, termasuk mengenai pembuatan fuel cell.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini