nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gandeng Swiss, KKP Tingkatkan Daya Saing Produk Tuna hingga Rumput Laut

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 14:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 05 320 2074906 gandeng-swiss-kkp-tingkatkan-daya-saing-produk-tuna-hingga-rumput-laut-HELoprLQOL.jpg Ilustrasi: Foto Antara

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kedutaan Besar Swiss di Indonesia dan Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO), melanjutkan kerja sama program SMART-Fish hingga periode kedua (2019-2022).

Hal ini dilakukan mengingat program ini mampu meningkatkan daya saing dan menekan biaya produksi sektor perikanan nasional. Sehingga berkontribusi membuka pangsa pasar baik domestik maupun ekspor, dan memberikan keuntungan lebih bagi pembudidaya ikan.

“Program SMART-Fish telah membantu mewujudkan pengembangan sektor perikanan nasional terutama untuk tiga rantai nilai komoditas, rumput laut, pangasius, dan P&L (pole and line) Tuna. Oleh karenanya, program ini kami perpanjang,” kata Sekretaris Jenderal KKP yang juga merangkap Plt. Direktur Jenderal Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo, dalam keterangannya, Jumat (5/7/2019).

 Baca Juga: Menteri Susi Tenggelamkan 28 Kapal Pencuri Ikan Dalam Waktu 6 Bulan di 2019

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Berny A Subki mengatakan, program hibah pemerintah Swiss senilai USD1,7 juta tersebut dinilai terbukti meningkatkan volume produksi perikanan, dan sebaliknya menekan ongkos produksi (cost production) khususnya di tiga komoditas yakni ikan patin, rumput laut, dan tuna.

Untuk ikan patin misalnya, ongkos produksi di tingkat pembudidaya dalam lima tahun terakhir berhasil ditekan dari yang sebelumnya selalu di atas 60%.

“Hampir 60% secara umum cost-nya habis di pakan, karena impor. Dengan pakan mandiri dan dibantu Smart-Fish, yang menggunakan material lokal, ternyata nutrisinya tidak kalah dari yang impor. Pembudidaya bisa untung, dan bisa meningkatkan volume produksi,” kata Berny.

 Baca Juga: Cegah Penyelundupan, KKP Perketat Pengawasan terhadap Pelabuhan Tak Resmi

Demikian pula untuk komoditas rumput laut dan tuna. KKP mengklaim telah terjadi kenaikan volume produksi dengan tingkat efisiensi tinggi, sehingga menghasilkan lonjakan keuntungan bagi pembudidaya. Selain itu, intervensi SMART-Fish juga mendorong investasi oleh pembudidaya ikan, pengolah ikan dan pemerintah sebesar USD11. 8 juta

“Tiga komoditas ini memiliki harapan cerah untuk daya saing perikanan di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, menurut Duta Besar Swiss KurtKunz, Program SMART-Fish telah memberikan hasil dan pencapaian yang memuaskan dan akan dilanjutkan untuk disebarluaskan ke seluruh Indonesia.

“Ke depan program ini akan merangkul semua pembudidaya, dan seluruh komoditas, sehingga sektor perikanan Indonesia bisa lebih maju dan berkembang,” ungkapnya.

Untuk itu, Perwakilan UNIDO untuk Indonesia, Esam Alqararah, meminta dan mengharapkan dukungan dari para pemangku kepentingan, agar hasil baik yang diperoleh dari program SMART-Fish dapat terus dilanjutkan.

“SMART-Fish mendukung pengembangan perikanan Indonesia yang didasarkan kedaulatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan. Program ini menggunakan pendekatan inovatif yang menggabungkan peningkatan produktivitas dengan pemenuhan mutu dan standar serta keberlanjutan. Kami berterima kasih kepada SECO yang telah memfasilitasi perpanjangan Program SMART-Fish ini”, tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini