nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hitung-hitungan Kebutuhan Gas jika Ibu Kota Pindah ke Kalimantan

Jum'at 05 Juli 2019 08:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 05 470 2074881 hitung-hitungan-kebutuhan-gas-jika-ibu-kota-pindah-ke-kalimantan-TUD244bhBf.jpg Foto: Pipa Gas (Okezone)

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan potensi kebutuhan gas terkait rencana pemindahan ibukota di Kalimantan sekaligus menjadikan pulau tersebut sebagai kawasan green energy atau energi ramah lingkungan, mencukupi.

"Jadi ini (diperkirakan) mencukupi semua. Dari sisi pasokan maupun kebutuhan (demand) gas, itu sudah ada semua termasuk untuk pemindahan ibukota," ujar Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

 Baca Juga: Ibu Kota Pindah Butuh Rp466 Triliun, Kepala Bappenas: Tidak Akan Beratkan APBN

Dia menjelaskan bahwa dari sisi alokasi gas BPH Migas maka diperkirakan kebutuhan gas bumi terkait rencana pemindahan ibukota di Kalimantan sekitar 1.532,52 MMSCFD.

Perkiraan kebutuhan itu terdiri dari perkiraan kebutuhan untuk pembangkit listrik sekitar 528,6 MMSCFD, kemudian potensi untuk kebutuhan ibukota dengan asumsi 1,5 juta penduduk sekitar 34,7 MMSCFD, lalu potensi pemindahan 34 kantor kementerian membutuhkan sekitar 17,02 MMSCFD.

 Baca Juga: Tak Ada Utang Khusus, Hanya Istana Presiden Dibangun Pakai APBN

Sedangkan potensi kebutuhan gas untuk kawasan industri yang dibangun sepanjang Kalimantan yakni di Maloy Batuta (Kalimantan Timur), Tanah Kuning (Kalimantan Utara), Landak dan Ketapang (Kalimantan Barat) serta di Batulicin dan Jorong (Kalimantan Selatan) mencapai sekitar 851,2 MMSCFD.

"Begitu juga yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM bahwa potensi kebutuhan untuk jaringan gas bisa mencapai sekitar 101 MMSCFD," kata Fanshurullah Asa.

Dia juga menambahkan kebutuhan gas bumi di Kalimantan tahun 2018-2027 berdasarkan neraca gas sebesar 622,51 MMSCFD.

"Sementara potensi alokasi pasokan dan pengembangan sumber gas di Kalimantan baik berdasarkan dari neraca gas bumi Indonesia 2018-2027 maupun dari yang kami lihat terkait potensi kargo gas (alam cair) yang belum ada pembelinya atau uncommited di mana adanya potensi 40 kargo, diperkirakan mencapai sekitar 2.609,49 MMSCFD," ujarnya.

BPH Migas berharap bahwa Kalimantan bukan hanya menjadi ibukota baru bagi Indonesia, namun juga bisa menjadi percontohan bagi kawasan green energy secara nasional.

"Sudah jelas dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) teknokratik 2020-2024 itu semangatnya menggunakan green energy untuk ibukota. Tapi kalau kami ingin lebih luas, di mana bukan hanya green energy untuk area ibukota juga melainkan juga mencakup seluruh area Kalimantan," kata Fanshurullah Asa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini