Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bisnis Krakatau Steel Tak Sekuat Baja, Restrukturisasi Jadi Pilihan

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 07 Juli 2019 |06:21 WIB
Bisnis Krakatau Steel Tak Sekuat Baja, Restrukturisasi Jadi Pilihan
Ilustrasi: Foto Koran Sindo
A
A
A

5. Laporan Keuangan Krakatau Steel

Gejala Krakatau Steel bermasalah sudah berlangsung selama tujuh tahun dengan membukukan rugi bersih berkepanjangan. Sampai kuartal I-2019 total kerugian Krakatau Steel mencapai USD62,32 juta atau ekuivalen dengan Rp878,74 miliar (kurs Rp14.100 per dolar AS).

Sampai Desember 2018 Krakatau Steel mencatat rugi bersih sebesar US$4,85 juta atau ekuivalen dengan Rp68,45 miliar. Sementara sepanjang kuartal I-2019 pendapatan perseroan turun 13,87% menjadi USD418,98 juta atau sekitar Rp5,90 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD486,17 juta atau Rp6,85 triliun.

Pendapatan terbesar masih dari penjualan baja di pasar lokal mencapai USD349,60 juta, turun 17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$421,22 juta. Adapun penjualan untuk pasar luar negeri justru naik menjadi USD16,69 juta, atau naik 78,88% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD9,33 juta.

Perseroan juga membukukan pendapatan dari bisnis lain yakni real estate dan perhotelan, rekayasa dan konstruksi, jasa pengelolaan pelabuhan dan jasa lainnya. Bahkan jasa pengelolaan pelabuhan cukup signifikan yakni USD18,50 juta.

Sementara total aset perseroan susut menjadi USD4,16 miliar dari akhir Desember 2018 yang sebesar USD4,29 miliar. Aset ini terdiri dari aset lancar USD771,34 juta dan aset tak lancar USD3,39 miliar.

Sedangkan kewajiban perseroan pada periode yang sama turun tipis menjadi USD2,40 miliar, dibandingkan akhir 2018 yang sebesar USD2,49 miliar. Dengan liabilitas jangka pendek senilai USD1,43 miliar atau sekitar Rp20,31 triliun dan liabilitas jangka panjang senilai USD968,70 juta atau Rp13,76 triliun.

Ekuitas di kuatal I-2019 turun menjadi USD1,76 miliar dibandingkan USD1,80 miliar di akhir Desember 2018.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement