MALANG – PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) atau Bentoel Group menargetkan bisa menggenjot nilai penjualan ekspor tahun ini hingga Rp1,8 triliun. Jumlah tersebut naik sekitar Rp200 miliar dari perolehan nilai ekspor tahun lalu sebesar Rp1,6 triliun.
Head of Government Affairs Bentoel Group Iwan Kendarwan Kaldjat mengatakan, selain efisiensi, target kenaikan nilai ekspor juga satu di antara cara agar perseroan tahun ini bisa meraih laba.
Hingga akhir tahun lalu perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp608,46 miliar. Sedangkan pada kuartal I 2019 rugi bersih Bentoel Group mencapai Rp83,30 miliar.
”Kami berharap tahun ini bisa meraih keuntungan dengan berbagai strategi yang diterapkan,” ujar Iwan di Malang, Jumat (5/7/2019).
Baca Juga: Kerugian Membesar, BEI Minta Penjelasan Bentoel
SMD Production Manager Bentoel Group Adhe Sona Wijanarko mengatakan, pabrik perseroan yang berlokasi di Malang, produk rokok yang dihasilkan lebih banyak ditujukan untuk ekspor ke berbagai negara.
”80% dari produksi rokok perseroan dialokasikan untuk pasar global, sementara selebihnya ditujukan untuk pasar domestik,” jelasnya.
Sementara itu, Plant Start Up Manager Bentoel Group Andi Wongso menegaskan, sebesar 80% produk tembakau yang diolah perseroan juga ditujukan untuk ekspor ke negara Asia Pasifik dan Timur Tengah.
”Semuanya kami ekspor ke pabrik milik British American Tobacco (BAT), jadi kami dapat order dari mereka,” tegasnya.
Dia mengungkapkan, dari jumlah tembakau olahan yang diekspor, 30% dikirim ke Korea, kemudian Singapura dan Vietnam, sisanya ke negara lain.
”Potensinya masih besar karena kami baru mengekspor ke enam negara. Sementara produk rokok sudah diekspor ke 19 negara,” terangnya.
Baca Juga: Naik 26,75%, Rugi Bentoel Membengkak Jadi Rp608,46 Miliar
Presiden Komisaris Independen Bentoel Group Hendro Martowardojo mengatakan, pihaknya optimistis kinerja keuangan perseroan hingga akhir tahun ini akan positif. Untuk mencapai target tersebut, dewan komisaris meminta manajemen melakukan efisiensi dan menjual produk lebih banyak.
”Di tengah (industri rokok nasional, kami) masih kecil. Kami punya harapan bisa naik (pangsa pasarnya). Pasarnya masih ada,” pungkasnya.
(Rakhmat Baihaqi)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.