nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wisma Atlet Kemayoran Kini Dibiarkan Kosong, Kenapa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 19:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 09 470 2076740 wisma-atlet-kemayoran-kini-dibiarkan-kosong-kenapa-5Tm4DOpuhP.jpg Foto: Wisma Atlet Kemayoran (Okezone/Feby)

JAKARTA - Wisma Atlet Kemayoran yang semula akan disewakan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) kini dibiarkan kosong. Pasalnya, hingga saat ini serah terima aset dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke Sekretariat Negara (Setneg).

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid mengatakan sebelum proses serah terima ini dilakukan maka untuk sementara wisma atlet dibiarkan kosong. Karena jika ingin ditempati atau disewakan harus berdasarkan persetujuan dari Setneg sebagai pemilik tanah.

“Sementara kita rawat saja. Enggak-enggak ada yang nempatin. Kita harus ditanyakan ke Setneg juga minta izin untuk kepentingan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

 Baca Juga: Wisma Atlet Kemayoran Jadi Rumah Dinas PNS Masih di Tangan Kemenkeu

Memang menurut Khalawi, beberapa waktu lalu wisma atlet sempat digunakan untuk anggota Brimob menginap. Namun hal tersebut sudah mendapatkan izin dari Setneg.

Mengingat Brimob yang menginap juga bertugas untuk kepentingan negara yakni mengamankan rangakai aksi demo terkait sengketa Pemilihan Presiden. Jika diinapkan di hotel maka jumlahnya cukup banyak dan memakan banyak biaya.

“Dia minta surat ke kita karena itu butuh tempat tinggal yang banyak dan tidak mungkin di hotel kita boleh koordinasi dengan Setneg boleh,” jelas Khalawi.

 Baca Juga: Batal Disewakan, Wisma Atlet Akan Digunakan untuk Rumah Dinas PNS

Untuk perawatan lanjut Khalawi, masih menjadi tanggungan dari Kementerian PUPR sebab belum dilakukan serah terima kepda Setneg. Untuk biaya perawatan, Kementerian PUPR menganggarkan Rp5 miliar untuk listrik, air dan biaya kebersihan.

“Sementara kita rawat saja. Kita itu enggak per bulan kita punya anggaran satu tahun saya alokasikan 5 miliar untuk listrik dan air,” jelas Khalawi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini