Share

Wisma Atlet Kemayoran Jadi Rumah Dinas PNS Masih di Tangan Kemenkeu

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 09 470 2076729 wisma-atlet-kemayoran-jadi-rumah-dinas-pns-masih-di-tangan-kemenkeu-YHSITW2DI3.jpg Foto: Wisma Atlet Kemayoran (Okezone/Feby)

JAKARTA - Keputusan untuk menjadikan Wisma Atlet Kemayoran rumah dinas Aparatur Sipil Negara (ASN)/PNS masih terkendala proses serah terima aset dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menuju Sekretariat Negara (Setneg).

Pasalnya semula serah terima Wisma Atlet Kemayoran ini akan dilakukan pada Desember 2018 usai event Asian Games dan Asian Para Games 2018 rampung.

Keputusan untuk menjadikan Wisma Atlet sebagai rusunawa tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018. Namun meskipun sudah ada instruksi Presiden, hingga saat ini proses serah terima kunjung dilakukan.

 Baca Juga: Sebelum Diserahkan ke Kemensetneg, Wisma Atlet Kemayoran Akan Direnovasi

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, saat ini serah terima belum belum bisa dilakukan. Sebab, wisma atlet masih dilakukan penghitungan jumlah asetnya oleh Kementerian Keuangan.

Proses penghitungan inilah yang menelan banyak waktu. Sedangkan secara legal menurutnya semua dokumen sudah tidak ada masalah dan siap untuk diserahterimakan.

“Proses serah terima aset itu maunya DJKN itu sekaligus asetnya sama keuangannya. Jadi kita punya keuangan ngecek semua total anggaran jadi agak lama emang. Jadi basic-nya enggak ada masalah cuma lagi proses serah terima di cek dari DJKN Kementerian Keuangan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

 Baca Juga: Batal Disewakan, Wisma Atlet Akan Digunakan untuk Rumah Dinas PNS

Proses penghitungan ini tidak hanya menghitung aset dari wisma atletnya saja. Melainkan juga berapa biaya yang dikeluarkan untuk membangun wisma atlet tersebut juga berapa luasan tanah yang dipakai.

Dalam menghitung aset lanjut Khalawi memang dibutuhkan kejelian. Sebab saah sedikit saja akan menjadi masalah dikemudian hari, oleh karena itu proses penghitungan membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Bukan cuma itu saja tapi dicek anggarannya gitu. Di tim Kementerian Keuangan ngitung berapa asetnya, berapa tanahnya gitu memang detail ngitung aset itu lama biasanya saja sampe enam bulan. Ini saya tanya dari Setneg belum. Kita siapkan dokumennya,” kata Khalawi.

Saat ditanyai mengenai target penyerahan target tersebut, Khalawi masih belum bisa menyebutkan hari dan tanggal secara pasti. Namun pihaknya berharap wisma atlet ini bisa segera diserahterimakan.

“Kita enggak bisa target kalau itu masalahnya kan kan saya sudah serahkan ke Setneg tinggal tim saja,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini