nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Global Naik Tipis di Tengah Ketegangan di Timur Tengah

Rabu 10 Juli 2019 08:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 10 320 2076888 harga-minyak-global-naik-tipis-di-tengah-ketegangan-di-timur-tengah-ls2pKCfFGt.jpg Minyak Mentah (Reuters)

NEW YORK - Harga minyak global sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena ketegangan di Timur Tengah mendukung pasar, sementara keuntungan dipangkas oleh kekhawatiran atas kemungkinan perlambatan permintaan energi.

Melansir laman anataranews, Jakarta, Rabu (10/7/2019), patokan Amerika Serikat (AS), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 17 sen menjadi menetap pada USD57,83 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 5 sen menjadi ditutup pada USD64,16 per barel di London ICE Futures Exchange.

 Baca juga: Harga Minyak Naik Dipicu Ketegangan Iran

Iran mengumumkan pada Senin (8/7) bahwa mereka telah meningkatkan konsentrasi uraniumnya yang diperkaya menjadi 4,5 persen, melewati batas 3,67 persen yang ditetapkan oleh kesepakatan nuklir penting 2015 dengan kekuatan utama dunia.

Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan pada Selasa (9/7) bahwa negaranya akan terus menumpuk tekanan ekonomi terhadap Iran dan membela kepentingan AS ketika Teheran melangkah lebih jauh untuk membahayakan kesepakatan nuklir.

 Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kekhawatiran Lemahnya Permintaan

Prancis, Jerman, Inggris dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa pada Selasa (9/7) menyatakan "keprihatinan mendalam" atas langkah baru Iran untuk meningkatkan konsentrasi uranium yang diperkaya di luar batas yang disepakati, menyerukan pertemuan mendesak komisi bersama tentang masalah ini.

Setahun setelah Amerika Serikat keluar secara sepihak dari perjanjian nuklir, Iran menarik diri dari bagian perjanjian nuklir pada 8 Mei dan mengancam tindakan lebih lanjut jika kepentingannya berdasarkan pakta tidak dapat dijamin.

Harga minyak naik karena pelaku pasar khawatir bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mengganggu aliran minyak. Sementara itu, para pedagang terus khawatir atas perlambatan ekonomi global, yang akan berdampak pada permintaan minyak, para ahli mencatat.

"Kekhawatiran ekonomi baru dan penguatan dolar AS membuat harga minyak di bawah tekanan," analis di Commerzbank mengatakan dalam sebuah catatan pada Selasa (9/7). Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini