nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Naik, Brent Dijual USD66,72 per Barel

Sabtu 13 Juli 2019 09:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 13 320 2078342 harga-minyak-naik-brent-dijual-usd66-72-per-barel-iEvfKiAQEj.jpg Ilustrasi Penjualan Minyak (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak dunia lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah memberikan dukungan, sementara keuntungan dibatasi oleh kekhawatiran atas surplus minyak mentah global.

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik tipis USD0,01 menjadi menetap pada USD60,21 per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Usai OPEC Pangkas Prediksi Permintaan

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik USD0,20 menjadi ditutup pada USD66,72 per barel di London ICE Futures Exchange.

Kementerian Luar Negeri Iran mendesak Inggris untuk melepaskan tanker minyaknya yang disita Inggris di Selat Gibraltar pekan lalu, kantor berita resmi IRNA melaporkan pada Jumat (12/7).

Baca Juga: Pasokan Menurun Buat Harga Minyak Dunia Makin Mahal

"Klaim Inggris atas kapal tanker minyak secara hukum tidak sah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi kepada IRNA, dikutip dari Antaranews, Sabtu (13/7/2019).

Kamis lalu (11/7), Marinir Kerajaan Inggris di Selat Gibraltar menangkap sebuah kapal Iran yang menuju Suriah karena dianggap "melanggar sanksi Uni Eropa," lapor media Barat.

Pejabat menteri luar negeri Spanyol mengatakan penyitaan Grace 1 atas permintaan Amerika Serikat (AS).

Mousavi mendesak Inggris untuk tidak memasuki apa yang disebutnya "permainan berbahaya Amerika Serikat."

Harga minyak naik karena pelaku pasar khawatir bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mengganggu aliran pengiriman minyak global.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (12/7) bahwa pasar minyak menunjukkan surplus global 0,5 juta barel per hari (bph) pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan ekspektasi sebelumnya defisit 0,5 juta barel per hari.

"Surplus ini menambah persediaan besar yang terlihat pada paruh kedua 2018 ketika produksi minyak melonjak begitu pertumbuhan permintaan mulai goyah," kata IEA.

Sebuah laporan terpisah oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Kamis (11/7) juga menunjukkan tren kenaikan dalam produksi di luar grup, memperlihatkan surplus pasokan mungkin kembali meskipun ada pakta yang dipimpin OPEC untuk mengekang produksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini