nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Warga Miskin di Indonesia Turun 530.000 Orang

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 13:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 15 320 2079046 jumlah-warga-miskin-di-indonesia-turun-530-000-orang-sSux0JwxBJ.jpg Potret kemiskinan. Foto: Okezone

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan persentase penduduk miskin Indonesia sebesar 9,41% pada Maret 2019. Angka tersebut setara dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 25,14 juta orang.

Posisi itu mengalami penurunan 0,25% atau 530 ribu orang dari posisi September 2018 yang sebesar 9,66% atau 25,67 juta orang. Dibandingkan dengan posisi Maret 2018 maka tingkat kemiskinan mengalami penurunan 0,41% dari 25,95 juta orang.

Baca Juga: Target Pembangunan Ekonomi 2020, Angka Kemiskinan di Bawah 9%

"Pada Maret 2019 angka kemiskinan turun kembali jadi 9,41% atau setara 24,14 juta orang. Turun 530 ribu orang dari data September 2018," ujar dia dalam konferensi pers di Gedung BPS Pusat, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurutnya, tren penurunan angka kemiskinan ini merupakan dampak dari berbagai kebijakan pemerintah dalam memberikan bantuan sosial, baik dalam hal pangan, pendidikan, maupun kesehatan. Di antaranya melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Beras Sejahtera (Rastra), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT.

"Tentunya tren ini menggembirakan dengan berbagai kebijakan yang sudah dilakukan pemerintah," kata dia.

Baca Juga: Jumlah Orang Miskin di Indonesia Lebih Banyak dari Total Penduduk Australia

Dia menjelaskan, penurunan tingkat kemiskinan terjadi baik di desa maupun kota. Dimana persentase penduduk miskin di desa turun menjadi 12,85% dari sebelumnya 13,10%, atau menjadi 15,5 juta orang dari 15,54 juta orang.

Sementara untuk persentase penduduk miskin di kota mengalami penurunan menjadi 6,69% dari sebelumnya 6,89%, atau menjadi 9,9 juta orang dari sebelumnya 10,13 juta orang.

Kendati penurunan kemiskinan di desa lebih cepat dari kota, namun Suhariyanto tetap menyoroti tingginya disparitas antara jumlah penduduk miskin di kota dan desa. "Ini mengindikasikan mayoritas penduduk miskin ada di desa, sehingga kebijakan perlu lebih fokus ke desa," tambah dia.

Dia menjelaskan, turunnya angka kemiskinan didorong beberapa hal, di antaranya adanya peningkatan upah riil buruh dari September 2018 ke Maret 2019.

"Kita perlu pahami bahwa buruh tani dan bangunan masuk ke dalam 40% lapisan terbawah, sehingga apabila upah riil nya meningkat, daya belinya meningkat. Ini adalah satu penyebab mengapa kemiskinan menurun," tutur dia.

Selain itu, didorong pergerakan inflasi selama satu tahun ke belakang yang relatif terjaga. Di mana beberapa harga komoditas pangan inti justru mengalami penurunan, seperti gula pasir yang turun 1,22% dan minyak goreng turun 2,20%.

"Ketika harga pokok ini stabil atau mengalami penurunan tentunya itu yang diharapkan meringankan masyarakat lapis bawah," katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini