nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hingga Juni, Belanja Pemerintah Pusat Baru Mencapai Rp630,57 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 19:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 16 20 2079779 hingga-juni-belanja-pemerintah-pusat-baru-mencapai-rp630-57-triliun-ZFuhBiE92m.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan belanja pemerintah sebesar Rp630,57 triliun hingga akhir Juni 2019. Realisasi ini setara 38,58% dari pagu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp2.461,1 triliun.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, kinerja penyerapan belnaj pemerintah pusat ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 38,39%. .

 Baca juga: 3 Bulan Jelang Tutup Tahun, Pemerintah Jokowi Belanja Rp1.512 Triliun

Realisasi belanja pemerintah pusat ini ditopang oleh Belanja Kementerian Lembaga yang mencapai Rp342,34 triliun atau sekitar 40,02% dari APBN 2019. Kemudian ada belanja non Kementerian Lembaga yang mencapai Rp288,23 triliun atau sekitar 37,01% dari APBN 2019.

“Belanja K/L tumbuh 15,7% atau Rp 342,3 triliun. Belanja non kl Rp 288,2 triliun atau tumbuh 9,8% teridir dari belanja subsidi yg semuanya kontraksi namun belanja bunga naik 11,7%," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

 Baca juga: Sri Mulyani Banggakan Belanja Negara Capai 96,9% dari Target pada 2017

Belanja Kementerian Lembaga ditopang oleh Belanja Barang yang mencapai Rp119,28 triliun atau sekitar 34,61% dari APBN 2019. Kemudian disusul dengan belanja pegawai yang mencapai Rp117,90 triliun atau sekitar 50,24% dari target APBN 2019.

Kemudian ada belanja sosial yang nilainya mencapai Rp70,49 triliun atau sekitar 72,63% dari target APBN 2019. Kemudian yang terakhir adalah belanja modal yang nilainya mencapai Rp34,66 triliun atau seitar 18,31% dari target APBN 2019.

 Baca juga: Capai Rp814,1 Triliun, Ini Daftar Anggaran Kementerian Lembaga Terbesar!

Sementara untuk belanja non KL didorong oleh Pembayaran Bunga Utang senilai Rp134,77 triliun atau sekitar 48,85% dari target APBN 2019. Kemudian ada belnaja subsidi yang jumlahnya mencapai Rp71,88 triliun atau 32,04% dari target APBN 2019.

Adapun Kementerian dan Lembaga dengan penyerapan tertinggi adalah Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan dan juga Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Belanja yang dikeluarkan oleh Kemenkes dan Kemensos diperuntunkan untuk menutupi defisit BPJS Kesehatan.

Sedangkan untuk Polri, digunakan untuk keperluan pengamanan event demokrasi Indonesia. Pada tahun ini, ada dua event demokrasi yakni Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Kemensos dan kemenkes serta polri penyerapan belanja di atas rata-rata-Kemenkes karena pembayran PBI dipercepat mendukung BPJS yg defisit cash. Kemensos karena adanya kenaikan PKH dari sisi jumlah dan beneficiary pada semester I. Polri adalah untuk pengamanan periode pemilu,” jelasnya.

Sementara itu, penyerapan anggaran dari Kementeraian PUPR yang mendapatkan anggaran terbesar masih sangat rendha.. Pun juga dengan Kementerian Perhubungan, yang hingga semester satu ini penyerapannya masih sangat rendah.

“Kemenristekdikti juga di atas rata-rata Kementerian PUPR dan kemenhub masih harus pacu belanja di semester II karena semester I belanja mereka masih kisaran 20an%,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini