Peran BI Dorong UMKM Go Internasional

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 20:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 20 320 2081435 peran-bi-dorong-umkm-go-internasional-nwf9Z68qEA.jpg Foto: BI Dorong UMKM Go Internasional (Feby/Okezone)

JAKARTA - Sebagai wujud nyata Bank Indonesia (BI) mendorong perekonomian Indonesia, BI membantu pengembangan Usaha, Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas produk dan pemasarannya, supaya dikenal di pasar global.

Salah satu UMKM yang telah dibantu BI adalah Galeri Ulos Sianipar, Medan. Galeri milik Robert Maruli Tua Sianipar telah menjadi mitra binaan BI sejak 2011.

 BI Dorong UMKM

Robert mengatakan, peran BI pada usaha dan mitra UMKM yang ada di Galeri Ulos Sianipar sangat besar. Bukan berupa bantuan uang, tapi BI memberi pembinaan hingga Galeri Ulos Sianipar bisa memasarkan produknya kepada pelanggan.

"2011 saya diundang BI, BI kasih masukan dan inisiatif untuk menjadikan tenun sangat luar biasa. Saya tidak menerima uang dari BI, tapi BI bantuannya itu dengan menyediakan alat tenun, tempat, benang. Itu cara BI bina UMKM sampai mahir dan ikuti trend," tuturnya.

 Baca Juga: BI Dorong UMKM Indonesia Pasarkan Produk Secara Online

Saat ini Galeri Ulos Sianipar memiliki 180 karyawan dengan 50 UMKM yang bermitra dari produk makanan, tenun dan turunan laiinya. Semua produk tersebut bisa didapat di galeri maupun pembelian secara online.

Robert mengatakan, sebelum menjadi mitra binaan BI, penjualan galeri hanya mencapai Rp5 juta per hari atau Rp150 juta-Rp300 juta per bulan.

"Sekarang dari galeri rata-rata minimum Rp1,5 miliar per bulan. Di 2018 itu penjualan bisa Rp24 miliar, kita harapkan tahun ini bisa lebih," ujarnya.

 BI Dorong UMKM

Pertenunan Ulos Sianipar merupakan usaha yang bergerak di bidang tekstil dalam pembuatan ulos dan songket tradisional Suku Batak. Dibangun pada tanggal 28 Juni 1992, beralamat di Jln. A.R. Hakim Gg. Pendidikan Lr. Setia Budi No. 9 Medan.

 Baca Juga: Go Digital, UMKM Mulai Layani Pembayaran dengan QR Code

Awal berdirinya pertenunan terinspirasi pada 1987 di mana pada saat itu terjadi peningkatan permintaan ulos namun produksi ulos tidak mencukupi permintaan pasar.

"Jadi saya pikir bagaimana buat satu pertenunan di Kota Medan. Kemudian berkembang dari awal tenaga kerja yang digunakan dimulai sebanyak 17 orang, sekarang 120 orang," ujarnya.

Pada tahun 1995 penenun dan berangsur-angsur berkurang hingga tahun 2013 mencapai 45 orang. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat masyarakat untuk menenun ulos dan songket tradisional.

Akan tetapi di tahun 2014 hingga 2015 terjadi peningkatan pekerja mencapai 75 orang masing-masing terbagi atas 68 orang penenun ulos dan 7 orang penenun songket dan terus meningkat hingga tahun ini beroperasi dengan jumlah karyawan 121 orang.

"Nah dalam berjalannya waktu saya ketemu BI. Bantuan yang diberikan beda bukan uang. Saya ibarat dikasih cangkul, BI kasih rumah tenun dan pelatihannya, benang dan dikasih contoh dari BI," ujarnya.

Kini, Galeri Ulos Sianipar sudah mampu memasarkannya ke seluruh Indonesia hingga luar negeri. Terakhir, Robert mengirim ulos hingga songket ke Austria.

"Kalau pemasaran Aceh hingga Papua sudah. Tamu kita datang ke galeri dari Papua ada, Sulawesi ada, artinya ulos diminati banyak suku. Kalau tamu luar ada dari Jerman, Jepang, Australia dan yang paling banyak Malaysia dan Singapura," ujarnya.

Robert menilai bisnis tenun utamanya ulos jangka panjang. Dirinya yakin, ke depan akan masih banyak peminat ulos maupun songket dari Medan.

"Ulos prospeknya bagus karena tenunan tidak punah selama adat Batak di dunia tidak punah. Dan selama budaya tidak hilang," ujarnya.

Galeri Ulos Sianipar mulanya melakukan pemasaran hasil produksi pertenunan ini ada tiga tempat yakni toko di Pusat Pasar, toko di Central Pasar dan Galeri yang terletak di Jl AR Hakim Gg. Pendidikan Lr. Setia Budi No. 2 Medan.

Pada perkembangannya Galeri yang telah ada tidak memadai luas tempat dan akses jalan yang terlalu sempit, sehingga diperlukan tempat yang lebih luas.

Di tahun 2014 dibangunlah galeri yang baru terletak di Jalan AR Hakim Gg. Pendidikan No. 130 Medan. Galleri ini dibangun diatas tanah seluas 297 m2 dengan luas bangunan 84 m2 terdiri dari 4 lantai.

Dalam rangka perluasan galery, awal tahun 2018 dilakukan negoisasi untuk pembelian rumah yang letaknya tepat disamping galeri yang telah ada. Pembelian tanah ini berjalan lancar dan dapat memulai pembangunan di tahun yang sama.

Proses pembangunan masih berlangsung hingga saat ini, yang mana diperkirakan selesai bulan Oktober 2019. Perluasan ini dikerjakan dilahan seluas 330 m2 dengan luas bangunan tambahan 236 m2 sehingga luas total Galery menjadi 320 m2.

Pertenunan dan Galeri Ulos Sianipar telah menciptakan lapangan kerja bagi 112 orang pekerja. Dengan rincian 91 orang di Pertenunan dan 21 orang di galeri dan diperkirakan terus bertambah setiap tahun sesuai dengan perkembangan usaha ini.

Meningkatkan kesejahteraan keluarga terutama bagi masyarakat sekitar pekerja di pertenunan 90% adalah ibu-ibu rumah tangga yang ikut serta dalam mencari penghasilan tambahan bagi keluarganya dengan bertenun di waktu-waktu senggangnya.

"Saya tertarik pada orang putus sekolah, pengangguran dan ibu rumah tangga. Itu saya terima untuk diajari tenun dan saya yakin mereka serius sehingga dengan bertenun bisa menghidupi keluarganya," ujarnya.

Pertenunan dan Galeri Ulos Sianipar mempekerjakan 88% wanita. Pekerja wanita ini memiliki jenjang pendidikan yang berbeda yakni 10% tidak bersekolah, 10% tidak tamat SD, 20% tamat SMP dan 58% tamat SMA dan 2% tamatan Strata I.

Sebelumnya, dalam mendorong UMKM go internasional, Bank Indonesia menggandeng perbankan, perusahaan e-commerce untuk mengakselerasi usaha di pasar global. Hal tersebut dilakukan dengan memfasilitasi peningkatan kualitas produk UMKM sesuai dengan negara tujuan ekspor.

Kemudahan prosedur ekspor berikut pemahaman regulasi dan prosedur dimaksud serta program pendampingan dan pelatihan, peningkatan pemahaman tatacara dan prosedur pembiayaan ekspor, dan pemanfaatan platform digital untuk memperluas pemasaran.

Pengembangan UMKM yang dilakukan oleh BI, dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir dengan pendekatan klaster, wirasuaha atau pendekatan Local Economic Development (LED). Untuk lebih fokus dalam mengembangkan UMKM, BI telah menyusun peta jalan UMKM dan membangun database profil UMKM.

Peta ini penting untuk menerapkan kebijakan UMKM, berdasarkan klasifikasi UMKM yang telah disusun. Klasifikasi UMKM ini menghasilkan pola yang seragam dalam pengembangan UMKM yang dibagi dalam 4 level, yaitu UMKM Potensial, UMKM Sukses, UMKM Sukses Digital, dan UMKM Sukses Ekspor.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini