nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Luhut: Pertamina Jangan Monopoli Harga Avtur

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 20:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 22 320 2082233 menko-luhut-pertamina-jangan-monopoli-harga-avtur-VVsGDeeKBS.jpeg Foto: Penjualan Avtur Pertamina

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menginginkan PT Pertamina (Persero) tidak memonopoli penjualan avtur, yang menjadi bahan bakar pesawat terbang. Hal itu diungkapkannya usai melakukan pertemuan dengan Pertamina guna membahas penetapan harga avtur.

Baca Juga: Menko Luhut Gelar Rapat Bahas Penentuan Harga Avtur Pertamina

"Kita mau jangan hanya Pertamina (jual avtur). Jangan monopoli lah," katanya di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Dia menyatakan, harga avtur yang dijual Pertamina harus kompetitif. Harga avtur di Indonesia, memang dikeluhkan pihak maskapai karena dinilai tidak kompetitif dan menjadi komponen yang membuat harga tiket pesawat domestik mahal.

Baca Juga: Dirut Pertamina Bandingkan Harga Avtur Indonesia dengan Negara Lain, Mana yang Lebih Murah?

"Inginnya supaya Pertamina harga avturnya yang kompetitif," katanya.

Terkait hasil pembahasan harga avtur dengan Pertamina, Luhut menyatakan, Pertamina masih melakukan evaluasi penghitungan komposisi harganya. "Mereka sedang pelajari itu," kata dia.

Untuk diketahui, avtur terus menjadi pembahasan karena menjadi salah satu komponen dari penyusunan harga tiket pesawat. Avtur disebut-sebut menjadi komponen yang membuat tiket domestik mahal.

Sebelumnya, Luhut bahkan menyebut, membuka pasar avtur kepada pemain asing sebagai upaya meringankan beban operasional maskapai, sehingga diharapkan berdampak terhadap penurunan harga tiket pesawat. Dia menilai, monopoli Pertamina sebagai distributor avtur untuk maskapai di Indonesia sudah seharusnya dihentikan.

"Kita harus mau membuka pasar avtur untuk pesaing dari luar negeri, agar harga avtur yang dibeli oleh maskapai bisa lebih kompetitif. Kan saat ini ada AKR dan Shell," ujar Menko Luhut di Jakarta.

Untuk diketahui, avtur terus menjadi pembahasan karena menjadi salah satu komponen dari penyusunan harga tiket pesawat. Avtur disebut-sebut menjadi komponen yang membuat tiket domestik mahal.

Adapun berdasarkan data Pertamina per 31 Juli 2019, tercatat harga avtur di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang berada Rp 7.970 per liter, sedangkan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar sebesar Rp9.000 per liter. Bandara Kualanamu, Medan sebesar Rp9.270 per liter. Bandara Internasional Lombok sebesar Rp9.970 per liter, dan termahal berada di Bandara Deo Sorong, Sorong dengan harga sebesar Rp 10.970 per liter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini