nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Bersih BNI Tumbuh 2,7% Jadi Rp7,63 Triliun di Semester I-2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 16:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 23 278 2082569 laba-bersih-bni-tumbuh-2-7-jadi-rp7-63-triliun-di-semester-i-2019-PWFz0aSHYj.jpg Lapkeu BNI Semester I-2019 (Yohana Artha Uly/Okezone)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan laba bersih sebesar Rp7,63 triliun sepanjang semester I-2019. Realisasi itu tumbuh 2,7% dari periode yang sama pada 2018 yang sebesar Rp7,44 triliun.

 Baca juga: BNI Beri Fasilitas Kredit ke Perusahaan AS

Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo menyatakan, pertumbuhan laba tersebut ditopang tumbuhnya pendapatan bunga bersih, non interest income, ditengah terjaganya biaya operasional yang tumbuh 7%.

 Laporan Keuangan

"Non interest income atau fee based income tumbuh 11,6% di semester I-2019. Di mana sebesar 96,5% non interest income BNI ditopang oleh recurring fee yang mencatatkan pertumbuhan 16,6% yoy menjadi Rp5,2 triliun," katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

 Baca juga: BNI Hasilkan Laba USD3,2 Juta dari London

Anggoro menyebut, kenaikan interest income pada paruh pertama tahun 2019 tersebut didorong kontribusi kontribusi fee dari segmen business banking, antara lain fee dari trade finance yang tumbuh 15,8%, fee sindikasi yang tumbuh 76,5% dan fee bank garansi yang tumbuh 1,3%.

Sedangkan sisanya dari pertumbuhan bisnis consumer dan retail, antara lain fee pengelolaan kartu debit tumbuh 65,3% dan fee bisnis kartu yang tumbuh 12,9%.

"Selain itu, BNI juga mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 1% yoy, yaitu dari Rp17,45 triliun pada semester I-2018 menjadi Rp17,61 triliun pada semester I-2019," katanya.

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 20%, menjadi Rp549,23 triliun pada semester I-2019 dari semester I-2018 yang sebesar Rp457,81 triliun. Adapun pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar 13%, dari sebesar Rp526,48 triliun pada semester I-2018 menjadi Rp595,07 triliun pada semester I-2019.

"BNI juga menjaga rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi CASA (dana murah) yang mencapai 64,6% dari total DPK," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini