Untuk diketahui, sepanjang semester I-2019 BCA telah menyalurkan kredit sebesar Rp565,2, tumbuh 11,5% yoy dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp481 triliun.
Realisasi itu terdiri kredit korporasi dengan tumbuh 14,6% yoy menjadi Rp219,1 triliun. Kemudian kredit komersial dan UKM tercatat sebesar Rp189,2 triliun atau tumbuh 12,5% yoy. Sementara kredit konsumer meningkat 6,4% yoy menjadi Rp152,0 triliun.
Kredit konsumer tersebut berasal dari kredit beragun properti yang tumbuh 11,2% yoy menjadi Rp90,7 triliun. Sebaliknya, kredit kendaraan bermotor turun 1,5% yoy menjadi Rp48,2 triliun, yang dipengaruhi oleh penurunan pembiayaan kendaraan roda dua.
Sementara itu, saldo outstanding kartu kredit tumbuh 6,0% yoy menjadi Rp13,1 triliun pada Juni 2019. Di periode yang sama, pembiayaan Syariah meningkat 4,3% yoy menjadi Rp4,9 triliun.
Seiring dengan pertumbuhan kredit, BCA mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,6% yoy menjadi Rp673,9 triliun. Di mana dana murah (CASA) yakni giro dan tabungan tumbuh 5,9% yoy menjadi Rp510,4 triliun, dengan porsi sebesar 75,7% dari total DPK. Sementara dari dana deposito meningkat 18,1% yoy menjadi Rp163,5 triliun.
Adapun untuk rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) dan kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) pada level masing-masing sebesar 23,6% dan 79,0%. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) juga tercatat berada pada level yang dinilai dapat ditoleransi, yakni sebesar 1,4%.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.