Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bos BCA Ingin Tren Penurunan Suku Bunga BI Berlanjut

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Rabu, 24 Juli 2019 |19:43 WIB
Bos BCA Ingin Tren Penurunan Suku Bunga BI Berlanjut
Dirut BCA Jahja Setiaatmadja (Foto: Okezone)
A
A
A

Untuk diketahui, sepanjang semester I-2019 BCA telah menyalurkan kredit sebesar Rp565,2, tumbuh 11,5% yoy dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp481 triliun.

Realisasi itu terdiri kredit korporasi dengan tumbuh 14,6% yoy menjadi Rp219,1 triliun. Kemudian kredit komersial dan UKM tercatat sebesar Rp189,2 triliun atau tumbuh 12,5% yoy. Sementara kredit konsumer meningkat 6,4% yoy menjadi Rp152,0 triliun.

Kredit konsumer tersebut berasal dari kredit beragun properti yang tumbuh 11,2% yoy menjadi Rp90,7 triliun. Sebaliknya, kredit kendaraan bermotor turun 1,5% yoy menjadi Rp48,2 triliun, yang dipengaruhi oleh penurunan pembiayaan kendaraan roda dua.

Sementara itu, saldo outstanding kartu kredit tumbuh 6,0% yoy menjadi Rp13,1 triliun pada Juni 2019. Di periode yang sama, pembiayaan Syariah meningkat 4,3% yoy menjadi Rp4,9 triliun.

Seiring dengan pertumbuhan kredit, BCA mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,6% yoy menjadi Rp673,9 triliun. Di mana dana murah (CASA) yakni giro dan tabungan tumbuh 5,9% yoy menjadi Rp510,4 triliun, dengan porsi sebesar 75,7% dari total DPK. Sementara dari dana deposito meningkat 18,1% yoy menjadi Rp163,5 triliun.

Adapun untuk rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) dan kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) pada level masing-masing sebesar 23,6% dan 79,0%. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) juga tercatat berada pada level yang dinilai dapat ditoleransi, yakni sebesar 1,4%.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement