Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Revisi Laporan Keuangan 2018 Rugi Rp2,4 Triliun, Saham Garuda Ambles 1,5%

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 26 Juli 2019 |11:48 WIB
Revisi Laporan Keuangan 2018 Rugi Rp2,4 Triliun, Saham Garuda Ambles 1,5%
Ilustrasi: Foto Okezone
A
A
A

JAKARTA - Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) ambles 1,5% pada perdagangan sesi I pasca-perusahaan pelat merah ini merilis revisi laporan keuangan 2018 yang mencatatkan rugi Rp2,4 triliun.

Pada perdagangan pukul 11.29 WIB, saham Garuda turun Rp6 atau 1,52% ke level Rp390. Saham Garuda pada pembukaan tadi pagi di level Rp398, dengan level tertinggi Rp398 dan level terendah Rp388. Kapitalisasi pasar mencapai Rp10,1 triliun.

 Baca Juga: Revisi Laporan Keuangan 2018, Garuda Indonesia Rugi Rp2,4 Triliun

Seperti yang diketahui, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kembali merilis laporan keuangan tahun 2018 yang di mana mencatatkan net loss atau rugi bersih USD175,02 juta atau setara Rp2,45 triliun (kurs Rp14.000 per USD).

Laporan keuangan ini direvisi Garuda setelah hasil putusan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar laporan keuangan Garuda Indonesia 2018 perlu disajikan ulang (restatement), serta menindaklanjuti putusan Bursa Efek Indonesia (BEI) agar laporan keuangan kuartal I-2019 Garuda Indonesia juga disajikan ulang.

 Baca Juga: Kronologi Kasus Laporan Keuangan Garuda Indonesia hingga Kena Sanksi

Padahal, dalam laporan sebelumnya, Garuda mencatatkan laba bersih USD USD5,01 juta yang kemudian menjadi polemik.

Dalam kaitan penyajian ulang Laporan Keuangan 2018, Garuda Indonesia mencatatkan laporan pendapatan usaha sebesar USD4,37 miliar, tidak mengalami perubahan dari laporan pendapatan sebelumnya. Sementara itu, Pendapatan usaha lainnya (pendapatan lain-lain) terkoreksi menjadi USD38,8 Juta dari sebelumnya USD278,8 juta.

 Saham Garuda

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement