Sementara itu, Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi menyatakan, lewat program tabungan emas ini semakin banyak warganya yang giat menabung di bank sampah. Warga desa kian tertarik menjaga lingkungannya sambil berinvestasi emas.
"Program ini kan mulai tahun 2019, sebelumnya hasil sampah ini nilainya menjadi tabungan Rupiah, tapi itu kurang mendorong warga. Sebab nilai ekonomisnya memang rata-rata Rp30.000 per bulan, tidak seimbang dengan upaya memilah sampah, dan sebagainya. Tapi dengan dijadikan tabungan emas, maka meningkatkan nilai sosial mereka, sehingga membuat lebih bertanggung jawab menjaga lingkungan," jelas dia.

Menurut Wahyudi, tabungan emas memang membantu warga untuk meningkatkan tata kelola keuangan keluarga mereka, sebab seiring waktu berjalan nilai emas terus bertambah dan memberikan keuntungan.
"Tabungan emas tidak hanya mendorong pengelolaan lingkungan yang bertanggungjawab, tapi juga memperbaiki tata kelola keuangan keluarga. Jadi literasi lingkungan dan keuangnya," katanya.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.