nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaji Rp8 Juta Bisa Beli Rumah Lho

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 28 Juli 2019 17:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 28 470 2084667 gaji-rp8-juta-bisa-beli-rumah-lho-WBmHBPcXQB.jpg Ilustrasi Rumah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Untuk para sarjana yang baru lulus dan sudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji misalnya Rp8 juta per bulan sudah bisa mulai memikirkan membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disediakan perbankan, baik bank konvensional maupun syariah tentunya jika mereka sudah minimal 2 tahun bekerja.

Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menyatakan, bagi para konsumen yang ingin membeli rumah, saat ini kondisi termudah untuk membelinya. Hal ini dikarenakan adanya berbagai kebijakan pemerintah yang memudahkan kepemilikan rumah sehingga menjadi lebih fleksibel.

Baca Juga: Viral, Ada Perumahan di Atas Thamrin City!

Selama ini, kendala utama untuk membeli rumah adalah masalah uang muka atau Down Payment. Dengan aturan LTV yang memudahkan, apa lagi BI7RR yang telah diturunkan oleh Bank Indonesia, kendala-kendala tersebut sudah seharusnya teratasi.

Ilustrasi pembangunan rumah

"Ketika masih menjadi fresh graduate dan baru memulai bekerja, ada baiknya untuk mulai memikirkan untuk membeli rumah. Karena di masa muda, ketika masih lajang atau belum punya anak, beban keuangan belum terlalu besar. Berbeda halnya ketika sudah menikah apalagi jika punya anak, kebutuhan finansial akan semakin besar. Jika ditambah dengan biaya cicilan rumah, beban finansial itu akan semakin besar. Sehingga kebutuhan membeli rumah akhirnya dikorbankan dan mengandalkan tinggal bersama di rumah orang tua,” jelas Ike, dalam keterangannya, Minggu (28/7/2019).

Baca Juga: Usai Lebaran, Tren Pencarian Rumah di Bawah Rp500 Juta Meningkat

Kondisi ini selaras dengan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2019, di mana generasi muda memiliki minat paling besar untuk membeli properti, sebesar 71% responden yang berusia 21-29 tahun, di mana kemungkinan besar mereka adalah para fresh graduate yang baru mulai bekerja. Sementara responden pada kelompok usia 30-39 tahun menempati posisi kedua dengan persentase sebesar 60%.

Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019 ini merupakan survei berkala diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Survei berkala ini dilaksanakan oleh Rumah.com sebagai pemimpin pasar properti portal di Indonesia untuk mengikuti secara langsung perkembangan yang terjadi di pasar.

Survei ini diikuti oleh 1000 responden dari kota-kota di seluruh Indonesia dimana sebanyak 69% responden berasal dari rentang usia milenial (22-39 tahun) yang terdiri dari 34% milenial muda (kelahiran 1990-1997), sedangkan 35%-nya adalah milenial tua (kelahiran 1982-1989).

Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2019, juga menunjukkan bahwa berdasarkan usia, kalangan milenial adalah kalangan yang paling resisten terhadap rumah seken. Total, 61% dari kalangan milenial hanya menghendaki rumah baru, hanya 39% yang tak keberatan dengan rumah seken.

Mayoritas responden pada kelompok usia 21-29 tahun yaitu sebesar 55% lebih meminati untuk membeli properti baru daripada seken. Sedangkan responden pada kelompok usia 30-39 tahun, malah lebih banyak lagi yang meminati membeli properti baru yaitu sebesar 65%.

Sementara mengacu pada hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, jenis pembiayaan yang dipilih berdasarkan usia, peminat cicilan syariah paling banyak dari kalangan berusia di bawah 40 tahun atau generasi milenial. Sebanyak 52% milenial muda dan 50% milenial tua memilih menggunakan KPR Syariah dalam proses pembelian rumahnya. Sementara responden yang berusia 40 hingga 49 tahun hanya 36% dari mereka yang memilih KPR Syariah dan 50% responden usia 50 hingga 59 tahun memilih KPR Syariah.

Menurut Ike, generasi Z dan milenial memang paling bersemangat membeli properti, namun mereka masih memiliki pengalaman dan informasi yang minim. Pengembang dapat memberikan bantuan informasi hingga pengurusan pengajuan KPR. Sesuaikan strategi pemasaran dengan karakter milenial yang dinamis, technology-minded, dan menyukai desain yang unik.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini