nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PUPR Alihkan Kuota FLPP ke BTN

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 29 Juli 2019 10:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 29 470 2084837 pupr-alihkan-kuota-flpp-ke-btn-p3wl4ljBCu.jpg Bank BTN Dapat Kuota Tambahan FLPP (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap mengalihkan kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bank-bank yang tidak perform ke PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dan beberapa bank lain. Pasalnya kuota FLPP BTN telah habis terserap.

Hingga 24 Juli penyaluran FLPP telah mencapai 65% dari total anggaran atau sekitar 48.000 unit senilai Rp4,8 triliun.

Baca Juga: Realisasi Dana FLPP Rp3,3 Triliun untuk 34.740 Unit Rumah

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, saat ini kuota BTN dan beberapa bank untuk FLPP telah habis. Namun, di sisi lain ada bank pelaksana yang bertugas menyalurkan dana FLPP tidak optimal kinerjanya.

“Makanya, kami akan mengalihkan kuota FLPP dari bank-bank yang tidak perform itu ke Bank BTN dan beberapa bank lain yang kehabisan kuota FLPP,” jelas Eko seusai pembukaan Indonesia Property Expo (IPEX) BTN 2019 di Jakarta, Sabtu (26/7).

Baca Juga: Realisasi Penyaluran Kredit FLPP Rp5,89 Triliun di 2018

Menurut Eko, bank kinerja tidak perform bila penyaluran FLPP hingga semester I/2019 tidak sampai 25% dari kuota yang diberikan. Ada sekitar 5.000 unit rumah FLPP yang akan dialihkan ke BTN atau bank lain.

“Prosesnya sedang kita persiapkan. Enggak perlu pakai menunggu revisi APBN 20 19. Kita tinggal buat surat aja kokke bank bersangkutan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Maryono menegaskan siap menerima pengalihan kuota FLPP dari bank yang tidak perform. “Kami siap menerima berapa pun dialokasikan. Semuanya juga kami sanggup,” papar Maryono.

Incar Transaksi Ipex Rp5 T

Di sisi lain, Maryono menuturkan, BTN mengincar perolehan kredit baru mencapai Rp5 triliun dari Indonesia Properti Expo (Ipex) 2019. Optimisme tersebut dilatarbelakangi kondisi pada semester dua tahun ini yang lebih baik untuk sektor properti.

“Pada semester dua ini kami melihat berbagai komponen yang mendukung sektor properti seperti suhu politik yang relatif stabil usai pemilu, melonggarnya suku bunga, hingga banyak proyek infrastruktur yang selesai atau akan di tuntaskan tahun ini. Kami meyakini kondisi tersebut dibarengi dengan aksi promosi yang kami lakukan, akan membuat masyarakat lebih optimistis dalam mencari hunian dan target KPR dalam IPEX ini senilai Rp5 triliun akan tercapai,” jelasnya.

Menurut Maryono, target tersebut terdiri atas nilai izin prinsip KPR nonsubsidi sebesar Rp4,5 triliun dan sisanya KPR subsidi. Properti yang di pamerkan di IPEX pun beragam mulai dari rumah susun, rumah tapak, ruko, kios, kondominium, hingga kondotel.

Harga hunian yang ditawarkan juga bervariasi mulai dari Rp135 juta hingga Rp5 miliar dengan lokasi tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Hingga Juni 2019 emiten bersandi saham BBTN ini mencatatkan penyaluran KPR tumbuh 21,53% menjadi Rp188,82 triliun dari Rp155,36 triliun di bulan yang sama tahun lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini