nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Realisasi Penyaluran Kredit FLPP Rp5,89 Triliun di 2018

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 18 Januari 2019 09:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 18 470 2006110 realisasi-penyaluran-kredit-flpp-rp5-89-triliun-di-2018-pdOhivwXfF.jpg Ilustrasi Rumah (Foto: Antara)

JAKARTA – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF/Persero) menandatangani Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) bersama bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).

Bank tersebut di antaranya BTN, Bank Papua, Bank Kalbar, Bank Artha Graha, Bank Sultra, Bank NTT, Bank Jatim, Bank BJB, Bank Sulselbar, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalsel, UUS Bank BTN, UUS Bank BJB, UUS Bank Jatim, serta UUS Bank Sumut.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, penandatanganan PKO ini merupakan wujud komitmen SMF beserta bank penyalur KPR FLPP dalam mewujudkan ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

”Sejak Agustus 2018 hingga saat ini, SMF telah merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP kepada 28.932 debitur sebesar Rp948 miliar melalui 10 bank penyalur KPR FLPP yang merupakan bagian dari realisasi Program FLPP 2018 sebesar Rp5,896 triliun,” ujarnya di sela penandatanganan PKO di Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Ditjen Perumahan Diubah Jadi Pembiayaan Infrastruktur, Bagaimana Nasib Penyaluran FLPP?

Menurut dia, dukungan dari SMF memberikan dampak positif bagi pertumbuhan penyaluran KPR FLPP dalam ketersediaan likuiditas bagi penyaluran KPR FLPP. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh fasilitas KPR FLPP, selain adanya penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect.

”Realisasi penyaluran KPR FLPP tersebut merupakan komitmen SMF dalam Program Penurunan Beban Fiskal direalisasikan melalui pemberian dukungan pada pemerintah lewat program KPR FLPP, yang berkoordinasi dengan Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP), Kementerian PUPR,” ungkapnya.

Ananta optimistis dengan adanya sinergi yang kuat, program Satu Juta Rumah dapat tercapai dan memberikan kontribusi luar biasa bagi perekonomian Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan rumah. Adapun dalam program penyaluran KPR FLPP ini SMF memiliki peran mengurangi beban fiskal pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP sehingga pemerintah hanya menyediakan 75% dari total pendanaan FLPP dari semula sebesar 90%.

Baca Juga: Kabar Gembira, Beli Rumah Subsidi Bisa Lewat Online

Adanya Surat Menteri Keuangan No. S-163/MK.6/2018 tanggal 12 April 2018 perihal Penurunan Beban Fiskal dalam KPR Program FLPP dan SSB serta Keputusan Menteri PUPR No 463/KPTS/M/2018, tentang Proporsi Pendanaan Kredit/ Pembiayaan Pemilikan dan Perumahan Rakyat, menjadi dasar bagi SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) menjalankan fungsi sebagai fiscal tools pemerintah dalam penyediaan dana jangka menengah panjang guna merealisasikan penurunan beban fiskal pemerintah.

Direktur Pendayagunaan Sumber Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Adang Sutara menyambut baik penandatanganan PKO yang dilakukan SMF bersama sejumlah bank.

”Kita berharap kerja sama ini bisa memenuhi target ketersediaan perumahan dalam rangka backlog perumahan,” ucapnya.

Dia menambahkan, dengan angka backlog perumahan yang masih tinggi, SMF sebagai salah satu lembaga keuangan bisa memperkuat portofolionya guna mewujudkan ketersediaan perumahan kepada masyarakat.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini