nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SCG Membidik Akuisisi Perusahaan-Perusahaan Publik di Indonesia

Selasa 30 Juli 2019 14:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 30 278 2085417 scg-membidik-akuisisi-perusahaan-perusahaan-publik-di-indonesia-vzK9xRVCh6.jpg Akuntan (Shutterstock)

JAKARTA - Sukses mengakuisisi 55% saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), konglomerasi asal Thailand Siam Cement Group (SCG) juga tengah membidik akuisisi perusahaan publik di Indonesia guna menunjang ekspansi bisnisnya. Terlebih, pencapaian kinerja keuangan SCG di paruh pertama tahun ini positif dengan membukukan pendapatan sebesar Rp8,8 miliar.

Sementara itu, nilai total aset yang dimiliki di Indonesia sebesar Rp40,26 miliar.

 Baca juga: Pemerintah Cabut PP No 46/1995 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Pasar Modal

Presiden dan CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin berharap investasi vital ini dapat membantu mendorong pertumbuhan unit bisnis packaging dalam jangka panjang. Dia mengatakan selama bertahun-tahun, unit bisnis pengemasan SCG telah menunjukkan kemampuannya untuk secara progresif mengembangkan bisnis di Asean, termasuk melalui akuisisi.

SCG juga senantiasa memperkuat ketahanan terhadap fluktuasi ekonomi global dengan pendekatan manajemen yang berfokus pada pertumbuhan dan stabilitas jangka panjang.

 Baca juga: Pasar Modal Himpun Dana Rp28,34 Triliun pada Kuartal I-2019

”Di Indonesia, akuisisi saham Fajar diharapkan bisa mendukung pertumbuhan perusahaan, di mana kinerja operasinya akan digabungkan pada kuartal III-2019 nanti," ujarnya.

SCG terus memperluas jangkauan produk dan layanan yang inovatif serta mendukung high value added products & services (HVA) untuk mengejar pertumbuhan jangka panjang. Hal ini disebut sejalan dengan dua strategi utama SCG, yakni upaya untuk mengintegrasikan konsep ekonomi sirkular dan memberikan solusi holistik untuk pelanggan di semua unit bisnisnya.

 Baca juga: Bos BEI Buka-bukaan Tantangan Pasar Modal, dari Pilpres hingga The Fed

Untuk unit bisnis packaging, SCG menunjukkan pertumbuhan tinggi dengan potensi skalabilitas yang baik sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di Asean. Faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan itu yakni booming bisnis e-commerce dan industri makanan cepat saji.

SCG menegaskan fokus pada percepatan pertumbuhan bisnis dengan memperluas kapasitas produksi di pabrik UPPC Filipina dan pabrik BATICO Vietnam di atas perolehan saham FASW, produsen kertas kemasan utama Indonesia.

Disampaikannya, meskipun ada sentimen dan rintangan mulai dari perang dagang, perlambatan ekonomi global, penyesuaian pesangon, serta kerugian inventaris yang mempengaruhi kinerja operasi SCG untuk kuartal kedua dan paruh pertama 2019. Dengan menerapkan dua strategi utama, SCG yakin bisa memperkuat ketahanan terhadap fluktuasi ekonomi global dengan pendekatan manajemen yang berfokus pada pertumbuhan dan stabilitas jangka panjang.

Asal tahu saja, selain mengakuisisi FASW, SCG juga masuk ke sejumlah perusahaan publik di Indonesia, di antaranya melalui SCG Retail Holding Co. Ltd. yang memiliki 1,29 miliar saham PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (CSAP) atau 29 persen dari jumlah saham. Di samping itu, ada SCG Distribution Company Limited yang menggenggam 104,16 juta saham PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) atau 10,62 persen dari jumlah saham.

Per Juni 2019, porsi kepemilikan SCG Distribution Co. Ltd. dalam emiten bersandi KOIN itu mencapai 90,62 persen dan 9,38 persen sisanya dimiliki oleh investor publik.

Selain itu, SCG Chemicals Company Limited memiliki 5,45 miliar saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) atau 30,57% dari jumlah saham.(neraca)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini