Share

Ini Alasan Nissan Kurangi 12.500 Pekerjanya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 30 Juli 2019 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 30 320 2085308 ini-alasan-nissan-kurangi-12-500-pekerjanya-oprDf6T5O0.jpg Nissan (Reuters)

JAKARTA - Nissan Motor Co akan memangkas 12.500 pekerjanya di seluruh dunia hingga 2022. Pengurangan ini sekitar 9% dari total pekerja pabrikan mobil tersebut yang sebanyak 139.000 pekerja.

Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Isao Sekiguchi membenarkan bahwa Nissan bakal mengurangi jumlah pekerjanya. Hal itu sebagai upaya perusahaan untuk memperbaiki operasi dan efisiensi investasi.

 Baca juga: 10.000 Pegawai Nissan Dihantui PHK

"Total pengurangan jumlah karyawan akan menjadi sekitar 12.500 orang. Tidak ada detail spesifik yang dapat dibagikan saat ini," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Selasa (30/7/2019).

 PHK

Sekiguchi mengatakan, secara global Nissan akan menghentikan atau mengurangi kapasitas produksi sepanjang tahun 2020-2021. Itu dilakukan pada 6 pabrik yang setara memangkas 12.500 pekerjanya.

 Baca juga: Nissan Akan PHK 700 Pekerja

"Sebagai bagian dari upaya kami untuk operasi dan efisiensi investasi, kami mengambil tindakan untuk menghentikan atau mengurangi kapasitas di lini produksi di 8 lokasi. Dari 2020-2021 kami akan menghentikan atau mengurangi kapasitas, di lini atau pabrik di 6 lokasi," ungkapnya.

Jumlah pengurangan pekerja ini membengkak dari yang diumumkan pada Mei 2019 sebanyak 4.800 pekerja. Lalu naik menjadi 10.000 karyawan pada pada pertengahan Juli 2019, hingga akhirnya menjadi 12.500 pekerja yang akan dipangkas.

 Baca juga: Ford Bakal PHK 12.000 Pegawai, Ini Alasannya

Di Indonesia, Nissan memiliki satu pabrik di Purwakarta, Jawa Barat. Sejak Januari 2019, Plant 1 telah menghentikan produksi mobil dengan merek Nissan, seperti X-Trail, Serena, dan Juke.

Pabrik itu sudah dikonversi menjadi lini produksi mesin untuk Mitsubishi Xpander. Sementara, Datsun tetap diproduksi di Plant 2.

Adapun Nissan pada kuartal I-2019 melaporkan telah memproduksi lebih 2,090 juta unit kendaraan. Produksi ini turun 9,3% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,303 juta unit.

Penjualannya pun demikian, sepanjang kuartal I-2019 tercatat penjualan mencapai 2,172 juta unit. Jumlah ini menurun 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang dilaporkan mencapai 2,347 juta unit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini