nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Tren Terbaru, Ternyata Milenial AS Lebih Suka Sewa Rumah daripada Beli

Rabu 31 Juli 2019 10:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 31 470 2085792 jadi-tren-terbaru-ternyata-milenial-as-lebih-suka-sewa-rumah-daripada-beli-vT4uaM64dL.jpg Rumah (Reuters)

NEW YORK – Para milenial di Amerika Serikat (AS) saat ini lebih suka menyewa rumah dibandingkan membeli rumah. Mereka menyewa rumah lebih lama bukan selalu karena mereka tak mampu membeli rumah, tapi inilah tren yang berkembang saat ini.

“Para pengembang pun menciptakan komunitas penyewaan rumah untuk keluarga tunggal demi memenuhi pertumbuhan permintaan tersebut,” ungkap Diana Olick yang melaporkan.

 Baca juga: Tak Miliki Properti? Coba Rentvesting yang Sedang Populer di Australia

Misalnya AVH Communities bermitra dengan Bristol Group yang membangun komunitas bernama Pradera di San Antonio, Texas, berisi 250 rumah baru dengan tiga dan empat kamar tidur disewakan seharga USD1.800 hingga USD2.300 per bulan.

 Rumah

Rata-rata pendapatan tahunan rumah tangga penghuni Pradera lebih dari USD100.000. Itu artinya mereka bisa dengan mudah membeli rumah, tapi lebih memilih menyewa rumah. Komunitas itu pun menyediakan berbagai fasilitas mewah, seperti kolam renang, pusat kebugaran, dapur bersama dan ruang pesta, serta taman untuk anjing dan pusat pemandian anjing.

 Baca juga: Jarak ke Sekolah Bukan Pertimbangan Utama Orang Beli Rumah

“Kami pikir ada perubahan besar dalam demografi. Mereka ingin ukuran lebih kecil, mereka ingin portabilitas dan mobilitas,” kata Pendiri dan CEO AVH Mark Wolf pada Olick.

“Bentuk rumah tangga milenial, mereka tidak benar-benar ingin terlibat merawat satu rumah, mereka ingin keluar dan melakukan sesuatu yang dilakukan para boomer, yakni menikmati hidup, bukan kerja keras untuk rumah mereka," tambah Wolf.

“Kami pada dasarnya meng ambil satu apartemen dan menjadikannya horizontal dibandingkan vertikal. Sekitar 93% stok apartemen berupa studio, satu dan tiga kamar tidur, sangat sedikit tiga kamar tidur. Kami melihat tumbuhnya kebutuhan untuk menyediakan rumah dengan tiga dan empat kamar tidur bagi komunitas penyewa rumah ini,” kata Wolf.

Baca juga:  Gairahkan Investasi, Ini 5 Paket Kebijakan Sektor Properti

Wolf yang berpengalaman dalam pasar apartemen banyak keluarga, melihat kebutuhan lebih banyak untuk rumah keluarga tunggal setelah terjadi krisis perumahan. Dia menyatakan permintaan tidak turun sepenuhnya.

Sementara tingkat kepemilikan rumah meningkat dari level terendah sepanjang sejarah pada 2016 dan kini mulai turun lagi. Pada 2018, jumlah rumah keluarga tunggal yang di bangun untuk disewakan mencapai 43.000 unit.

Ini merupakan puncak permintaan untuk pertama kali dalam hampir 40 tahun menurut data Asosiasi Para Pengembang Rumah Nasional (NAHB). Para milenial dan generasi lebih tua menyatakan mereka tidak ingin menghadapi berbagai biaya terkait kepemilikan rumah.

Menyewa rumah menjadi cara yang lebih mudah dan cara hidup mereka. Selain itu, para pembeli ru mah sering membutuhkan ang garan lebih besar dibandingkan yang diperkirakan untuk fur nitur baru, biaya bulanan seperti pajak properti dan asuransi pemilik rumah, serta perbaikan rumah yang membutuhkan pengeluaran tak terduga.

“Memiliki rumah dengan pagar putih juga tidak lagi menjadi bagian dari Mimpi Amerika,” kata Olick.

Milenial juga memilih menyewa rumah karena nyaman. Ada juga yang menyewa rumah karena merak tak bisa membayar uang muka, yang mewakili bagian terbesar generasi mereka yang menyewa rumah lebih lama.(Koran Sindo)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini