nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kementerian PUPR Kaji Kebutuhan Jalan Tol di Ibu Kota Baru

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 15:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 02 470 2086906 kementerian-pupr-kaji-kebutuhan-jalan-tol-di-ibu-kota-baru-shIHJn3hKS.jpg Tol Balikpapan-Samarinda (Foto: Jasa Marga)

JAKARTA - Pemerintah memastikan Ibu Kota Indonesia akan pindah ke Kalimantan dari Jakarta. Keputusan daerah yang akan menjadi ibu kota baru akan diumumkan bulan ini oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Cegah Spekulan Tanah, Lokasi Ibu Kota Harus Segera Diumumkan

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menyatakan, pihaknya sudah memiliki rencana untuk membangun jalan tol guna memperlancar konektivitas di ibu kota baru tersebut.

"Sekarang sudah ada Jalan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara, setelah itu kalau arahnya ke sana, kita menyiapkan jaringan jalan bebas hambatan untuk memperlancar konektivitas (di ibu kota baru)," ujarnya saat ditemui di Kementerian PUPR, Jakarta, Juamt (2/8/2019).

Baca Juga: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, BPS: Bisa Deflasi

Meski demikian, pembangunan jalan tol tersebut masih akan dikaji oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. Hal ini untuk mengetahui wilayah mana saja di kota baru tersebut yang memerlukan pembangunan jalan tol.

"Kalau misalnya wilayah koneksi fungsi-fungsi yang ada pakai jalan nasional sudah cukup, ya itu aja. Jadi sangat tergantung Pak Dirjen Bina Marga, mana yang di tol kan, mana yang tidak," jelas dia.

Danang menyatakan, yang menjadi pertimbangan dalam mengkaji pengadaan jalan tol yakni gambaran pasti mengenai rencana pengembangan ibu kota baru. Juga soal jumlah masyarakat yang perlu dikoneksikan dengan jalan tol.

"Tapi sampai sekarang kan kita belum dapat gambaran itu," katanya.

Terpisah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, pembangunan jalan tol di ibu kota baru akan dilakukan bila memang diperlukan. Desain detail infrastruktur ibu kota baru akan disusun usai lokasinya ditetapkan.

"Nanti pertengahan Agustus Pak Presiden akan mengumumkan ibu kota baru di mana. Kalau sudah, berarti detail desainnya baru kita lakukan. Tahun 2020 mudah-mudahan kita bisa mulai melakukan pekerjaan fisik," jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini