Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, BPS: Bisa Deflasi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 02 470 2086769 ibu-kota-pindah-ke-kalimantan-bps-bisa-deflasi-OYkO6lntg3.jpg Foto: Istana Negara (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memindah Ibu Kota Indonesia ke Kalimantan. Kendati demikian, dia belum mengungkapkan di mana lokasi persis daerah yang bakal jadi ibu kota.

Kondisi ini pun membuat harga tanah di sejumlah kota yang ada di Kalimantan dikabarkan mengalami kenaikan harga. Lalu apakah isu pemindahan ibu kota ke Kalimantan sudah berdampak pada inflasi di kota-kota pulau tersebut?

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di kota-kota Kalimantan masih terpantau terjaga, meski isu pemindahan ibu kota ke pulau tersebut sudah bergulir sejak lama. Bahkan beberapa kota yang menjadi pemantauan BPS tercatat mengalami deflasi.

Baca Juga: Cegah Spekulan Tanah, Lokasi Ibu Kota Harus Segera Diumumkan

"Belum (berdampak ke inflasi). Isu pemindahan ibu kota ke Kalimantan rasanya enggak (mempengaruhi inflasi), ini malah deflasi," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti kepada Okezone, Jumat (2/8/2019)

Data BPS menunjukkan dari 7 kota di Kalimantan yang di pantau, hanya 2 kota yang mengalami inflasi di Juli 2019. Selebihnya malah mengalami deflasi.

Istana Negara

Di Samarinda, Kalimantan Timur tercatat inflasi sebesar 0,59% (month to month/mtm), secara tahunan sebesar 2,25% (year on year/yoy). Kemudian di Singkawang, Kalimantan Barat terjadi inflasi sebesar 0,13% mtm atau secara tahunan sebesar 1,83% yoy.

Sebaliknya, kota yang mengalami deflasi yakni Balikpapan, Kalimantan Timur dengan deflasi sebesar 0,08% mtm di Juli 2019, secara tahunan tingkat inflasinya sebesar 1,86% yoy. Lalu Banjarmasin, Kalimantan Selatan tercatat mengalami deflasi 0,09% mtm, secara tahunan mengalami inflasi 4,21% yoy.

Baca Juga: Bocoran Menteri PUPR, Presiden Jokowi Umumkan Ibu Kota Pindah 16 Agustus?

Kemudian Pontianak, Kalimantan Barat mengalami deflasi 0,1% mtm dan secara tahunan mengalami inflasi 2,58% yoy. Di Tarakan, Kalimantan Utara tercatat terjadi deflasi 0,64 mtm atau secara tahunan mengalami inflasi 3,89% yoy.

Termasuk juga di Palangka Raya, Kalimantan Tengah terjadi deflasi 0,24% mtm dengan inflasi tahunannya 2,47% yoy. Kalimantan Tengah memang jadi kandidat utama dalam pemindahan ibu kota, di mana Palangka Raya disebut menjadi salah satu calon daerah ibu kota.

"Palangka Raya saja deflasi. Isunya kan pindah ke sini," katanya.

Yunita menilai, bila melihat tingkat inflasi kota-kota di Kalimantan secara tahunan, hal itu nampak sebagai siklus biasa. Menurutnya, dampak isu pemindahan ibu kota sangat kecil terhadap kota-kota tersebut.

"Ini siklus biasa saja, karena kota-kota di luar Kalimantan bahkan ada yang memiliki inflasi tahunannya lebih tinggi. Jadi enggak karena ada isu baru (pemindahan ibu kota)," ujar dia.

Kendati demikian, dia tak menampik jika ke depannya memang terjadi kenaikan harga tanah di kota-kota tersebut, maka akan turut menyumbang inflasi. Namun, menurutnya, itu akan sangat kecil sumbangannya.

"Bisa aja berpotensi (ke inflasi), tapi kecil sekali. Kalau sekarang belumlah. Itu masih jauh (proses pemindahan ibu kota), rasanya enggak mudah pindah ibu kota, perlu proses. Jadi andil inflasinya juga enggak akan terlalu besar," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini