nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yuan China Bantu Dolar AS Menguat

Rabu 07 Agustus 2019 07:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 07 278 2088718 yuan-china-bantu-dolar-as-menguat-nW15h19idm.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) berbalik menguat atau rebound terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah penurunan mata uang safe-haven termasuk yen Jepang dan franc Swiss.

 Baca Juga: Perang Mata Uang, Dolar AS Anjlok

Dolar AS rebound setelah bank sentral China mengatakan bahwa tidak akan menggunakan mata uang sebagai alat untuk menangani perselisihan dagang.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,12% menjadi 97,6393 pada akhir perdagangan.

 Baca Juga: Dolar AS Lesu Imbas Melambatnya Data Pekerjaan

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1200 dolar AS dari 1,1202 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2152 dolar AS dari 1,2141 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,6756 dolar AS dari 0,6760 dolar AS.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

Dolar AS dibeli pada 106,53 yen Jepang, lebih tinggi dari 106,03 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9768 franc Swiss dari 0,9736 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3279 dolar Kanada dari 1,3217 dolar Kanada.

Pasar valuta asing (valas) global beralih pada mode risk-off atau penghindaran risiko setelah ancaman AS memberlakukan tarif tambahan 10% pada barang-barang China senilai USD300 miliar mulai 1 September.

Pelabelan AS terhadap China sebagai manipulator mata uang pada Senin malam telah memicu pertentangan luas di komunitas keuangan global. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Pernyataan bank sentral China, People's Bank of China (PBOC) pada Selasa yang mengatakan China tidak akan menggunakan mata uang sebagai alat untuk menangani sengketa perdagangan, telah menenangkan pasar valas global, mengurangi permintaan untuk mata uang safe-haven termasuk yen Jepang dan franc Swiss.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini