nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Masih Tunggu Waktu Tepat Turunkan Suku Bunga

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 10:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 12 20 2090750 bi-masih-tunggu-waktu-tepat-turunkan-suku-bunga-mWvO2Vt4TB.jpg Foto: BI Tunggu Waktu Turunkan Suku Bunga (Taufik/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) masih menunggu waktu yang tepat untuk melonggarkan kebijakan makroprudensial atau kebijakan moneter. Salah satu kebijakannya yakni kembali menurunkan suku bunga.

Deputi Gubernur Bank Indonesja Dody Budi Waluyo mengatakan bahwa BI akan kembali menurunkan suku bunga pada waktu yang tepat. Pasalnya kebijakan tersebut harus melihat faktor eskternal yakni perang dagang Amerika Serikat dan China yang masih berlanjut.

"Kami akan lihat lagi ke depan. Sebentar lagi akan ada Rapat Dewan Gubernur (RDG). Pak Gubernur BI sudah mengatakan bahwa room itu ada tinggal nanti timingnya atau waktunya. Timing jadi penting karena di sini kita harus melihat bagaimana risiko yang kami harus perhatikan ke depan," ujar dia di Gedung BI Jakarta, Senin (12/8/2019).

 Baca Juga: Destry Beri Sinyal Penurunan Suku Bunga BI

Dia menjelaskan risiko turunkan suku bunga itu lebih banyak dari globalnya. Seperti bagaimana sebenarnya trade war ini masih akan berlanjut dan seberapa dalam masalahnya.

"Dari sisi akomodasi kebijakan yang lain kami masih punya kebijakan makroprudensial yang ke depan akan kami lihat terus, apalagi kebijakan kita untuk mendorong di sektor prioritas, saya belum bisa katakan di sini, tapi salah satu pemikiran Bank Indonesia itu adalah di kebijakan makroprudensial untuk mendorong sektor prioritas," tutur dia.

 Baca Juga: Wapres JK: BI Penting Jaga Keseimbangan Moneternya

Dia menambahkan, BI juga juga terus mendukung sektor kebijakan pembayaran digital agar lebih efisien dalam meningkatkan laju perekonomian Indonesia.

"Kebijakan sektor pembayaran dan digital menjadi bagian kita menjadi lebih efisien dan Indonesia punya peran besar dari UMKM dan syariah dan pelaku ekonomi lebih baik dan membawa lebih banyak pelaku perekononian," ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini