nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serangan Balasan, Mendag Minta Pengusaha Jangan Beli Susu dari Uni Eropa

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 13:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 16 320 2092735 serangan-balasan-mendag-minta-pengusaha-jangan-beli-susu-dari-uni-eropa-lQQcKwnLMB.jpg Foto: Mendag Enggartiasto di Nota Keuangan 2019 (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan serangan balasan kepada Uni Eropa terkait dikenakan bea masuk produk minyak sawit asal Indonesia. Indonesia siap menyerang balik lewat produk susu asal Uni Eropa.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada para pengusaha untuk mencari alternatif bahan baku susu dari negara lain. Dirinya memberikan beberapa opsi negara seperti Amerika Serikat, India, Australia atau New Zealand.

Baca Juga: Rusia Berencana Naikkan Pajak CPO Indonesia Jadi 20%

“Saya sudah meminta untuk para importir dairy products Indonesia dari Uni Eropa untuk ambil dari sources lain, Amerika Serikat, India, Australia atau New Zealand. Kalau perlu kita fasilitasi,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

sawit shutterstock

Selain itu, lanjut Enggar, pemerintah juga berencana menaikan bea masuk impor susu asal negara Uni Eropa. Namun mengenai wacana ini masih diperlukan kajian mendalam.

“Belum. Jadi yang pertama itu kan harus ada penelitian dulu karena mereka juga berkaitan dengan antidumping. Kita juga menggunakan measure yang sama,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Baca Juga: Penjualan Minyak Sawit RI Turun Akibat Sentimen Negara Tujuan Ekspor

Enggar menambahkan, pemerintah juga akan mengirimkan surat keberatan kepada parlemen Uni Eropa terkait pengenaan bea masuk. Rencannya surat keberatan tersebut akan dikirimkan pada hari ini.

“Sudah (kirim surat) saya dalam persisnya rasanya harusnya paling lambat hari ini. Isinya soal nota keberatan. (Karena dianggap tidak adil) iya,” ujarnya.

Sebagai informasi, Komisi Uni Eropa (UE) resmi mengenakan bea masik anti subsidi (BMAS) sebeaar 8-18% terhadap impor biodiesel asal Indonesia. Kebijakan itu bertujuan untuk mengembalikan tingkat kesetaraan di pasar dengan produsen asal UE.

Komisi UE yang bertugas merumuskan kebijakan perdagangan bagi kawasan tersebut telah memulai investigasi anti-subsidi pada Desember 2018. Penyelidikan itu menyusul keluhan Dewan Biodiesel Eropa.

Dalam penyelidikan itu, Komisi UE mengklaim telah memiliki bukti jika produsen biodiesel Indonesia mendapatkan subsidi berupa hibah, subsidi pajak, dan akses bahan baku di bawah harga pasar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini