Rusia Berencana Naikkan Pajak CPO Indonesia Jadi 20%

Senin 05 Agustus 2019 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 05 320 2087758 rusia-berencana-naikkan-pajak-cpo-indonesia-jadi-20-gVUQ83YtXm.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

MOSKOW - Pemerintah Rusia berencana menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang masuk dari Indonesia sebesar 20%, dari sebelumnya 10%.

Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Wahid Supriyadi, mengaku kenaikan pajak ini dipicu oleh adanya kesalahpahaman terkait minyak sawit yang dianggap tidak sehat. Oleh karena itu, Indonesia harus berupaya untuk menegosiasikan rencana kebijakan ini dengan Pemerintah Rusia.

"Kami bisa membuktikan bahwa minyak sawit itu aman dan sehat dikonsumsi. Saya pikir ini langkah yang sedikit diskriminatif. Kami harus menegosiasikan dengan Pemerintah Rusia," kata Dubes Wahid pada rangkaian kegiatan Forum Bisnis Indonesia-Rusia di Moskow.

 Baca Juga: Penjualan Minyak Sawit RI Turun Akibat Sentimen Negara Tujuan Ekspor

Dubes Wahid berharap dengan rencana kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indonesia, kenaikan tarif pajak ini dapat dibatalkan dan lebih pada strategi meningkatkan perdagangan minyak sawit itu sendiri.

Dalam kesempatan sama, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) Sahat Sinaga membenarkan bahwa wacana kenaikan tarif pajak ini sudah diketahui oleh kalangan pengusaha.

"Kenaikan tarif pajak 20% ini harus segera dilobi oleh Pemerintah Indonesia ke Rusia, apa justifikasi dari kenaikan tersebut," kata Sahat.

 Baca Juga: Sawit Banyak Masalah, Apa Strategi Eagle High Plantations?

Dia berharap Presiden Joko Widodo dapat menegosiasikan hal itu saat Presiden Vladimir Putin melakukan kunjungan kerja tingkat tinggi ke Indonesia yang dijadwalkan pada tahun ini.

Hal itu berkaca pada dua tahun lalu saat pemerintah melobi Rusia terkait rencana kenaikan level peroxide hingga 1%. Namun rencana tersebut akhirnya dapat dibatalkan setelah negosiasi kedua negara.

Meski demikian, Sahat mengaku kalangan pengusaha tidak terlalu khawatir dengan rencana kebijakan ini, apalagi Rusia cukup besar mengimpor CPO Indonesia sebesar 1 juta ton dengan nilai perdagangan mencapai USD10 miliar pada 2018. CPO Indonesia mampu memenuhi 74% kebutuhan konsumsi negara tersebut. Demikian dikutip Antaranews,

Jika kenaikan PPN 20% resmi diberlakukan, harga CPO di Rusia akan berada di kisaran USD810 per ton, atau lebih rendah dari harga minyak nabati jenis rapeseed sebesar USD820 per ton.

"Mereka pola makannya sudah agak berubah, sudah mulai menggoreng, minyak sawit adalah yang paling cocok karena temperatur kita lebih stabil," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini