JAKARTA - Saat ini dunia tengah mengalami perubahan atau lebih dikenal dengan sebutan revolusi industri 4.0. Untuk menghadapi perubahan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitikberatkan pada sumber daya manusia (SDM).
Menurut Presiden Jokowi, revolusi industri 4.0 akan mengubah tatanan. Jika tidak dipersiapkan dengan baik maka Indonesia bisa tertinggal. Untuk itu persiapan harus dilakukan secara matang.
Baca Juga: Tutup Nota Keuangan, Jokowi: Jadikan Indonesia Salah Satu Kekuatan Ekonomi Dunia
Bagaimana Presiden menyikapi fenomena global tersebut? Berikut petikan wawancana dengan Presiden Joko Widodo belum lama ini dengan iNews TV.
Bagaimana menurut Bapak Presiden tentang revolusi industri 4.0?
Ya sekali lagi ini dunia sudah berubah betul dan perubahannya tidak pelan-pelan tapi cepat sekali karena adanya distrupsi teknologi dan revolusi industri jilid ke-4 itu tidak bisa betul-betul tidak bisa kita biarkan begitu saja.
Di situ sebetulnya ada peluang jika kita bisa menyiapkan SDM-nya. Di situ ada peluang Indonesia negara kita untuk bisa melompat. Kalau bisa kita menyiapkan, merencanakan sehingga kita bisa mendapatkan manfaat dari peluang perubahan itu.
Kalau enggak kita ya akan ditinggal. Sehingga anak-anak kita itu, tenaga kerja kita itu harus betul-betul disiapkan di sana, karena akan ada perubahan perubahan.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Anggaran Ibu Kota Pindah Sekecil Mungkin Gunakan APBN
Contohnya Pak?
Misalnya, yang berkaitan dengan pekerjaan. Bisa nanti sopir sudah bekerja yang namanya sopir bisa hilang karena sudah ada autonomous vehicle.
Mungkin bisa saja pilot helikopter atau pilot pesawat, nanti juga bisa tidak ada kalau sudah ada juga autonomous di penerbangan baik di helikopter maupun di pesawat. Bisa saja, kenapa tidak?

(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.