nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wawancara Khusus, Presiden Jokowi: Hati-Hati dengan Kedaulatan Data

Jum'at 16 Agustus 2019 17:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 16 320 2092906 wawancara-khusus-presiden-jokowi-hati-hati-dengan-kedaulatan-data-PsIPNeXhKY.jpg Wawancara Khusus dengan Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat akibat kemajuan teknologi maka dunia berubah dengan cepat. Bahkan, perubahan itu mengubah tatanan yang sudah berjalan saat ini.

Perubahan itu, menurut Presiden, perlu disikapi dengan persiapan sumber daya manusia (SDM). Di sisi lain, persiapan juga harus dilakuan dengan cepat sehingga bisa mengejar perubahan tatanan dunia.

Baca Juga: Wawancara Khusus, Presiden Jokowi: Dunia Berubah Cepat Sekali

Jika tidak dilakukan secara betul-betul, kata presiden, risikonya adalah Indonesia akan tertinggal. Presiden memberikan contoh, untuk perubahan dari sisi pekerjaan.

"Bisa jadi nanti sopir sudah bekerja, yang namanya sopir bisa hilang karena sudah ada autonomous vehicle. Mungkin bisa saja pilot helikopter atau pilot pesawat, nanti juga bisa tidak ada, kalau sudah ada juga autonomous di penerbangan, baik di helikopter maupun di pesawat. Bisa saja, kenapa tidak?" kata Presiden saat wawancara khusus dengan iNews TV.

Sehingga, Presiden menegaskan anak-anak Indonesia harus betul-betul dipersiapkan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Jokowi Kelola Utang dan Atasi Defisit Anggaran?

Berikut ini petikan wawancara khusus dengan Presiden Joko Widodo.

 

Bagaimana menyikapi perubahan dunia yang begitu cepat?

Ini semua harus direspons secara cepat karena ini juga sudah berkaitannya kedaulatan data. Hati-hati masalah itu.

Walaupun tidak direspons, data kita dipegang oleh negera lain, sehingga orang lain tahu. Kita malah menjadi tidak tahu, keliru lagi. Perilaku konsumen, perilaku politik semuanya akan kelihatan. Kalau bigdata itu (tidak) kita pegang betul.

Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi


Lima tahun ke depan dipastikan bahwa SDM ini menjadi bahan bakar atau mesin membangun Indonesia. Apakah nanti akan ada lembaga atau kementrian khusus yang menangani hal ini?

Tidak, karena ini pekerja ini pekerja besar harus terintegrasi kementerian-kementerian yang ada.

Sekarang berarti atau Kementerian Kesehatan urusan tadi stunting, urusan sehatnya bayi kemudian kesehatan harus bekerja penuh di situ.

 Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi

Kementerian pendidikan jelas, baik pendidikan dasar maupun pendidikan tinggi di situ tersangkut.

Urusan tenaga kerja yang harus ada reskilling upskilling ini di Kementerian Tenaga Kerja harus.

Kemudian yang berkatian dengan artificial intelligence yang berkaitan dengan bigdata, Kementerian Komunikasi dan Infomatika.

Mungkin kementerian yang lainnya terkait tidak satu kementerian yang ini harus bisa kita integrasikan kita konsolidasikan, sehingga menghasilkan sebuah hasil yang betul-betul akan bisa bermanfaat bagi negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini