nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siap-Siap PNS Bisa Kerja Dirumah, Berikut Faktanya

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 18 Agustus 2019 11:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 18 320 2093425 siap-siap-pns-bisa-kerja-dirumah-berikut-faktanya-vtEFg5a33I.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemanpan-RB) membuka wacana agar pegawai negeri sipil (PNS) bisa bekerja di rumah. Namun, usulan itu masih dalam pembahasan awal sehingga belum bisa diprediksi kapan terealisasi.

Berikut sejumlah fakta-fakta terkait wacana PNS bekerja di rumah, seperti yang dirangkum oleh Okezone:

1. Menpan RB Beri Sinyal PNS Boleh Kerja dari Rumah Tahun Depan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menyatakan bahwa wacana agar Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa kerja dari rumah merupakan desakan bonus demografi pada 2030-2040.

"ASN kerja dari rumah kan masih wacana. Di mana hal itu juga desakan dari pada bonus demografi 69% bangsa Indonesia di 2030. Jadi kita harus mempersiapkan. Begitu orang menguasai sentral pekerjaan di 69% itu, kita yang tua ini gigit jari, dimakan rayap, oleh karenanya sekarang harus disiapkan," ujar dia di Gedung Kemenpan RB Jakarta.

Kemudian, lanjut dia jangan sampai estafet kepemimpinan ada yang kehilangan waktu atau missing, maka itu dirancang dari sekarang. "Untuk menyiapkan tahun ini, kita harapkan tahun depan bisa dilakukan," kata dia.

Dia berharap ASN bisa kerja dari rumah ditargetkan pada tahun depan. Dikarenakan apabila lambat sama dengan membangun infrastruktur teknologi. Sebab membangun infrastruktur itu pembahasan lahan lama, bukan karena anggaran, itu budaya.

2. Hanya PNS Berprestasi yang Boleh Kerja dari Rumah

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengatakan bahwa ASN bekerja di rumah itu, untuk memudahkan menyelesaikan pekerjaan. Sekaligus reward atau penghargaan bagi ASN yang berprestasi.

"ASN yang bekerja di rumah ini, sudah dilakukan oleh negara maju. Contohnya Australia hanya aparatnya yang punya prestasi, hari Rabu kerja di rumah. Hal tersebut berkaitan dengan teknologi," ujar dia di Gedung Kemenpan RB Jakarta.

Namun, lanjut dia, pihaknya tidak ingin aplikasi atau fungsi kontrol bekerja di rumah itu sama dengan negara luar. Kemenpan RB tidak ingin menjiplak hal tersebut.

"Tetapi inspirasinya dari negara luar. Itu baru wacana. Ini juga desakan dari bonus demografi," ungkap dia.

3. PNS Kerja dari Rumah, Menpan RB: Bukan Bearti Tak Masuk Kantor

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Pan-RB) Syafruddin memberikan penjelasan terkait wacana para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS bisa bekerja dari rumah.

"Itu bukan ASN tidak masuk kantor, itu adalah untuk memudahkan menyelesaikan pekerjaaan. Dan sekaligus bagi ASN-ASN yang berprestasi. Itu sudah dilakukan, oleh negara-negara maju. Jadi ASN yang punya prestasi diperbolehkan bekerja satu hari di rumah, tapi bekerja. Ini teknologi yang canggih bisa di mana saja. Bukan hanya dirumah, di mal setelah makan siang juga bisa," ujar dia di Gedung Kemenpan RB Jakarta.

Dia menuturkan, kerja di rumah bukan berarti kantor akan kosong dari para ASN. Contohnya, dirinya, kalau pulang bisa hingga pukul 21.00 WIB. "Tapi, saya jam 16.00 WIB pulang. Dan saya akan bawa pekerjaan itu ke rumah," kata dia.

Namun, lanjut dia, pihaknya tidak ingin ASN kerja di rumah itu seperti, pekerjaan startup. Karena budaya Indonesia berbeda dan fungsi kontrol belum akurat. Di mana ASN Indonesia berbeda dengan luar.

"Kalau ASN luar umumnya federal, fungsi kontrol ada di Gubernur, ada di federal, kita kesatuan Republik Indonesia, ASN terkontrol dari pusat ke daerah," jelas dia.

4. PNS Kerja dari Rumah Sudah Dilakukan Negara Maju

Tidak semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) diperbolehkan kerja dari rumah. Hanya PNS yang berprestasi yang dapat bekerja dari rumah.

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin, PNS boleh kerja dari rumah sudah dilakukan di beberapa negara maju.

"PNS yang bekerja di rumah ini, sudah dilakukan oleh negara maju. Contohnya Australia hanya aparatnya yang punya prestasi, hari Rabu kerja di rumah," kata Syafruddin di Gedung Kemenpan RB.

Namun, lanjut dia, pihaknya tidak ingin PNS kerja di rumah itu seperti pekerjaan startup. Karena budaya Indonesia berbeda dan fungsi kontrol belum akurat. Di mana budaya kerja PNS Indonesia berbeda dengan luar negeri.

"Tetapi inspirasinya dari negara luar. Itu baru wacana. Ini juga desakan dari bonus demografi," ungkap dia. Kalau PNS luar umumnya federal, fungsi kontrol ada di Gubernur, ada di federal, kita kesatuan Republik Indonesia, PNS terkontrol dari pusat ke daerah," jelas dia.

5. PNS Kerja dari Rumah, Bos BKN: Teknologinya Belum Memadai

Pemerintah berencana untuk membuat suatu konsep agar Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa bekerja di luar kantor. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan zaman yang mana hampir seluruh pekerjaan bisa dikerjakan tanpa harus ke kantor.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan bahwa masih panjang tahapan-tahapan untuk bisa merealisasikan wacana tersebut karena masih banyak hal-hal yang harus dipikirkan. Setidaknya, BKN menyoroti tiga hal dalam wacana PNS boleh kerja dari rumah.

“Ada banyak sisi mengenai hal itu, yang pertama masalah teknologi, kalau teknologinya sudah memadai itu bisa,” ujarnya saat ditemui di kantor BKN Pusat, Jakarta.

Hal kedua kata Bima adalah pekerjaan-pekerjaan PNS yang tidak bisa dilakukan dari rumah. Bima mencontohkan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dari rumah yakini pelayanan publik. Untuk pelayanan publik masih belum bisa melayani publik dari rumah karena teknologi informasi yang dimiliki semua kantor belum memadai.

"Jadi pekerjaan yang dari rumah itu bisa dilakukan dari rumah kalau orangnya tidak butuh pelayanan publik secara langsung dan teknologi informasi sudah memadai. Tapi sekarang hampir semua kantor belum punya teknologi yang memadai," kata Bima.

Hal ketiga kata Bima mengenai indikator pekerjaan PNS jika dilakukan dari rumah. “Lalu bagaimana kita mengetahui indikator kinerjanya di rumah, kita bisa enggak mendeteksi dia bekerja atau tidak. Jadi harus dihitung betul-betul target harian, kalau kita ingin membuat kebijakan untuk bekerja dari rumah. Jadi masih panjang tahapan-tahapannya untuk bisa ke sana,” ujarnya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini