nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KKP: Sarjana Kelautan dan Perikanan Harus Bisa Melihat Peluang

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 18 Agustus 2019 13:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 18 320 2093441 kkp-sarjana-kelautan-dan-perikanan-harus-bisa-melihat-peluang-ZA0YwsgA82.jpg Ilustrasi Pegawai KKP

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan, pemerintah tengah fokus dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu KKP berharap Sekolah Tinggi Perikanan (STP) bisa menciptakan bibit SDM unggul

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan, para lulusan ini harus siap untuk menghadapi perubahan seiring dengan pencanangan Industri 4.0 yang telah digaungkan pemerintah.

"Sarjana Kelautan dan Perikanan diharapkan mampu melihat potensi dan peluang serta siap menghadapi tantangan pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Kontribusi dan profesionalisme lulusan untuk mengelola kekayaan sumberdaya perikanan Indonesia mutlak diperlukan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (18/8/2019).

Slamet Soebjakto menambahkan, penciptaan SDM unggul yang bisa mengikuti perkembangan zaman ii sejalan dengan prioritas Presiden Joko Widodo melalui kabinet Indonesia Kerja jilid 2. Pada kabinet jilid kedua nanti, Presiden Jokowi ingin mencetak SDM unggul dan perwujudan semangat peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 untuk menuju Indonesia maju.

"Kegiatan perikanan akan selamanya menjadi kegiatan strategis karena merupakan komponen penopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kecenderungan penduduk dunia yang akan lebih banyak mengkonsumsi protein daripada karbohidrat turut mendongkrak kebutuhan dunia akan ikan," jelasnya

Perguruan tinggi sebagai basis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan tempat berkumpulnya kaum intelektual, lanjutnya, diharapkan dapat berperan langsung dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan pembangunan perikanan nasional.

Selain itu, tantangan dalam pemanfaatan sumberdaya alam akan semakin besar di tengah fenomena perubahan iklim dan lingkungan, solusinya adalah dengan mendorong pengembangan IPTEK yang sejalan dengan perkembangan dan tantangan yang ada.

"Penerapan IPTEK seperti penggunaan autofeeder atau platform digital bidang investasi perikanan merupakan contoh nyata pemanfaatan teknologi informasi yang telah diadopsi sektor perikanan budidaya dalam upaya masuk ke era digitalisasi," jelasnya

Menurut Slamet, pihaknya sangat konsen dalam menggarap ekonomi kelautan melalui optimalisasi sektor perikanan dan menjadikannya sebagai tumpuan pembangunan ekonomi nasional.

Berdasarkan data KKP, hingga semester I tahun 2019 PDB sektor kelautan dan perikanan tercatat senilai Rp62,31 triliun atau naik 0.94 persen dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp58,97 triliun.

Kinerja ekspor komoditas perikanan juga mengalami kenaikan sebesar 24.29 persen dari Rp32,64 triliun pada semester I tahun 2018 menjadi Rp40,57 triliun pada semester I 2019.

Beberapa produk ekspor unggulan seperti udang, rumput laut, rajungan, kakap dan kerapu merupakan komoditas yang telah berhasil dibudidayakan oleh KKP.

Dirinya juga menegaskan, untuk mendukung langkah KKP tersebut, dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing serta berkeinginan untuk membangun perikanan Indonesia sedangkan perguruan tinggi dinilai memiliki asset sumberdaya dan IPTEK yang merupakan kekuatan besar untuk dapat berperan secara aktif membangun perikanan nasional tersebut

"Dalam rangka diversifikasi pasar KKP juga mendorong dibukanya pasar baru, salah satunya dengan mulai mengekspor ikan patin ke Arab Saudi tahun ini. Hal ini sejalan dengan salah satu aspek utama pembangunan perikanan budidaya yakni pengembangan komoditas yang berorientasi pada permintaan pasar. Kami harapkan ekspor komoditas itu dapat menjadi produk ekspor unggulan baru perikanan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini