Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kriteria Calon Suami Melek Keuangan, Nomor 5 Jangan Sampai Lolos

Maghfira Nursyabila , Jurnalis-Selasa, 20 Agustus 2019 |14:11 WIB
Kriteria Calon Suami Melek Keuangan, Nomor 5 Jangan Sampai Lolos
Pasangan (Wowdate)
A
A
A

JAKARTA - Memilih partner hidup harus hati-hati. Terutama suami, karena memiliki kewajiban untuk mencari nafkah.

Sebelum menginjak ke jenjang pernikahan, hal yang perlu dilakukan adalah membicarakan tentang finansial atau keuangan.

Bagi kebanyakan orang atau pasangan, soal keuangan adalah topik yang sensitif dan bersifat pribadi. Tetapi topik ini sangat penting untuk dibicarakan agar kehidupan rumah tangga bisa berjalan lancar.

 Baca juga: Dear Milenial, daripada Boros Cek Tips Investasi Modal Rp10.000

Berikut beberapa kriteria calon suami yang melek keuangan, seperti dikutip dari laman OJK, Selasa (20/8/2019).

1. Bersikap Transparan dan Jujur dengan Pasangan

Ini adalah kunci utama, ketika sepasang kekasih memutuskan untuk menikah maka keduanya telah sepakat akan selalu bersikap transparan dalam segala hal, termasuk urusan keuangan.

 Pasangan

Ceritakan yang sebenar-benarnya tentang kondisi keuangan masing-masing, penghasilan, pengeluaran, hingga utang. Apabila kalian memiliki utang, lebih baik diselesaikan dahulu secara pribadi agar tidak membebani pasangan dan menjadi pemicu masalah ke depannya.

Baca juga: Punya Cicilan Rumah atau Mobil? Ini Pengeluaran yang Harus Dibuang untuk Berhemat

Jangan sungkan untuk saling bertanya dan berdiskusi bila merasa ada yang masih perlu dijelaskan karena kalian akan menjalani kehidupan rumah tangga ini berdua.

2. Membicarakan Masa Depan dan Tujuan Bersama

Tiap manusia tentu punya kebiasaan dan sifat yang berbeda-beda, begitupun sobat dan pasangan. Betapa pun kalian merasa klik dan jodoh tapi sedikit banyak pasti punya perbedaan dalam menyikapi uang, bagaimana memakai dan mengelola uang tersebut.

 Baca juga: Tips Gaji UMP Miliki Rumah dan Tanpa Ganggu Rutinitas Nongkrong di Cafe

Itulah mengapa penting untuk berkomunikasi dengan transparan di awal. Setelah mengetahui kebiasaan masing-masing kalian bisa mulai menentukan tujuan bersama yang ingin dicapai setelah menikah nanti misalnya, ingin memiliki rumah di daerah mana, punya anak berapa, ingin disekolahkan dimana dan masih banyak lagi.

 Pasangan

Bila sudah menentukan tujuan kalian bisa mulai menyiapkan anggaran dana sesegera mungkin dan jangan ditunda-tunda, ya!

3. Menawarkan Perjanjian Pranikah

Perjanjian pranikah juga sering disebut perjanjian pisah harta karena dengan adanya perjanjian ini maka harta dan utang yang didapat selama masa pernikahan adalah milik masing-masing. Jika tidak ada perjanjian pranikah, maka harta dan utang yang didapat selama masa pernikahan adalah milik bersama.

 Baca juga: Gaji Pas-pasan Tetap Bisa Beli Rumah, Begini Siasatinya

Pasangan

Perjanjian pranikah seringkali dianggap sebelah mata bahkan dianggap miring. Buatlah perjanjian pranikah bersama pasangan bila dirasa perlu karena perjanjian pranikah ini bisa melindungi hak kedua belah pihak apabila ada hal-hal tidak diinginkan terjadi selama masa pernikahan.

4. Antisipasi Risiko

Saat masih single saja kita sudah dianjurkan untuk memiliki perlindungan/asuransi akan diri kita sendiri apalagi setelah menikah. Asuransi jiwa cocok sudah punya risiko finansial (tanggungan) seperti anak dan orangtua yang sudah pensiun.

 Pasangan

Asuransi kesehatan juga tak kalah penting, nggak mau kan uang yang selama ini kita kumpulkan tiba-tiba harus lenyap digunakan untuk biaya pengobatan. Perlindungan ini dibutuhkan agar kita selalu siap apabila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

5. Bertanggung Jawab

Setelah menikah ataupun sebelum menikah, Anda dan pasangan harus membicarakan mengenai pengaturan kas keluarga, mulai dari siapa yang bertanggung jawab mengatur atau mencatat keluar masuk kas, apakah perlu membuat tabungan bersama, dan hal-hal lain.

 Pasangan

Membuat anggaran untuk kebutuhan rumah tangga penting agar keuangan lebih terkontrol. Selain dicatat manual, kini banyak aplikasi keuangan rumah tangga. Dengan kecanggihan teknologi, pengeluaran atau pemasukan bisa langsung dicatat saat itu juga.

6. Merencakan Pesta Pernikahan

Di era Instagram ini, setiap pasangan selain ingin melaksanakan pesta pernikahan yang berkesan tapi juga berlomba-lomba agar pesta pernikahannya tersebut instagrammable.

 Pasangan

Pesta pernikahan yang instagrammable ini biasanya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk itu penting menyiapkan dana ini jauh hari sebelumnya bahkan ketika sebelum menikah. Jika serius, maka si calon suami akan mempersiapkan dana menikah sehingga saat hari H, dana juga sudah tersedia.

Ingat, buatlah pesta pernikahan semampunya dan jangan sampai memberatkan kamu dan pasangan bahkan keluarga karena menikah adalah untuk bahagia dan kehidupan rumah tangga yang sebenarnya baru dimulai setelah pesta pernikahan selesai.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement