Gundukan hijau yang ada di luar tersebut merupakan sebuah interior yang hampir tidak terlihat. Dari luar kita hanya melihat rumput, semak, pohon, dan bunga. Padahal, saat kita berjalan di taman tanpa kita sadari kita sedang berjalan di atap rumah.
Meskipun rumah tersebut dibangun di bawah tanah, interiornya pun dipenuhi dengan cahaya alami. Sementara itu, ventilasi ini difasilitasi dalam bentuk aerodinamis hunian yang memungkinkan sirkulasi udara bebas.

Untuk mencapai bentuk berliku yang membentuk rumah organik, senosiain menggunakan ferrocement, bahan komposit yang terdiri dari mortar yang diperkuat dengan serat baja ringan.
Daya tarik utama dari ferrocement adalah bahwa bangunan dapat menjadi sangat menarik. Dipuji karena kekuatan dan kelenturannya, dapat digunakan dalam struktur majemuk seperti kubah, atap, dan lambung kapal.

(Dani Jumadil Akhir)