Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konsep Smart City untuk Ibu Kota Baru di Mata Menteri Bappenas

Wahyu Muntinanto , Jurnalis-Kamis, 22 Agustus 2019 |19:31 WIB
Konsep <i>Smart City</i> untuk Ibu Kota Baru di Mata Menteri Bappenas
Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro di UI. (Foto: Okezone.com/Wahyu Muntinanto)
A
A
A

DEPOK - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa rencana pembangunan ibu kota baru di Provinsi Kalimantan akan menggunakan konsep smart city atau kota cerdas.

Konsep itu nantinya haruslah berwawasan untuk menjadikan kota itu pertama berkelanjutan dan kota yang makin nyaman untuk ditinggali oleh para penduduknya

 Baca juga: Ibu Kota Baru Indonesia, Netizen: Welcome DKI Kaltim

"Konsep itu nantinya akan mengombinasikan antara kota pemerintahan berbasis keberlanjutan dan teknologi serta memperhatikan efisiensi," kata Bambang saat diskusi terbuka perencanaan dan pembangunan Ibukota Negara berbasia smart city di Indonesia di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kamis (22/8/2019).

 Desain Ibu Kota (PUPR)

Dalam membangun smart city atau kota cerdas berbasis teknologi pada ibu kota baru tentunya harus memperhatikan infrastruktur awal seperti air bersih, sampah, maupun gedung-gedungnya akan di desain sesuai dengan konsep berkelanjutan.

 Baca juga: Kaltim Jadi Ibu Kota Baru Indonesia, Begini Spesifikasinya

"Pertama oreantasinya memenuhi kebutuhan dasar kota misal air bersih, sanitasi limbah, jaringan listrik, layanan administrasi sampai kepada kebutuhan terkait bencana, ketertiban lalulintas maslah menurunkan kriminalitas," imbunya.

Sementara itu, dalam membantu pemerintah untuk membangun ibu kota baru di Provinsi Kalimantan akan menggunakan konsep smart city atau kota cerdas.

President Direktur PT Honeywell Indonesia Roy Kosasih mengatakan kota cerdas berbasis teknologi yang bersahaja dan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat bukan saja menjadi kebanggan namun juga menjadi kota percontohan di Asean.

"Karena nantinya peningkatan keselamatan publik dengan respon lebih akurat dan cepat manajemen transportasi, listrik, pengolahan limbah atau sanitasi serta administrasi yang baik akan terwujud pada smart city di Ibu Kota baru dan pastinya menjadi contoh di negara Asean," ucap Roy dalam sambutan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui Ibu Kota Negara Republik Indonesia akan dipindahkan dari Jakarta ke salah satu tempat di Pulau Kalimantan. Jokowi berjanji akan menyampaikan secara resmi tempat pemindahan ibukota pada Agustus mendatang.

“Iya kan memang sudah dari dulu saya sampaikan pindah ke Kalimantan. Nah, Kalimantannya yang Kalimantan mana yang belum. Nanti kita sampaikan Agustuslah,” kata Presiden Jokowi.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement