nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Dagang Mereda, Wall Street Tancap Gas

Jum'at 30 Agustus 2019 07:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 30 278 2098431 perang-dagang-mereda-wall-street-tancap-gas-mpm9lbPQVn.jpg Wall Street Menguat (Foto: Reuters)

NEW YORK - Saham-saham di Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena kekhawatiran atas ketegangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China mulai mereda, sementara para investor juga mempertimbangkan sejumlah data ekonomi beragam.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 326,15 poin atau 1,25% menjadi berakhir di 26,362.25. Indeks S&P 500 terangkat 36,64 poin atau 1,27% menjadi ditutup di 2.924,58. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 116,51 poin atau 1,48% menjadi berakhir di 7.973,39.

 Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai dari Perang Dagang

Mayoritas dari 30 saham unggulan atau blue-chips di Dow memperpanjang kenaikan di sekitar penutupan pasar, dengan saham Caterpillar yang sensitif terhadap perdagangan naik lebih dari 2,5%, memimpin keuntungan.

Saham-saham yang secara luas dinilai sebagai barometer perdagangan, Intel dan Boeing, juga masing-masing naik 2,36% dan 0,77%, berada di antara yang berkinerja terbaik dalam penghitungan indeks acuan.

 Baca Juga: Wall Street Melesat Abaikan Potensi Resesi Ekonomi

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar bel penutupan, dengan sektor energi naik 1,85%, memimpin kenaikan sektoral.

Saham Best Buy jatuh 7,99% setelah pengecer elektronik konsumen AS itu membukukan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan dan penjualan toko yang sebanding untuk kuartal kedua, meskipun laba kuartalannya cukup lumayan.

Di sisi ekonomi, penjualan pending home (rumah yang pengurusannya belum selesai) di Amerika Serikat menurun pada Juli, dari kenaikan berturut-turut di dua bulan sebelumnya, kata National Association of Realtors (NAR) pada Kamis (29/8/2019).

 Ilustrasi wall street

Indeks Penjualan Pending Home, indikator berwawasan ke depan berdasarkan penandatanganan kontrak, turun 2,5% menjadi 105,6 pada bulan lalu.

"Ketidakpastian ekonomi tidak diragukan menahan beberapa permintaan potensial, tetapi yang sangat dibutuhkan adalah lebih banyak pasokan rumah dengan harga sedang," kata Lawrence Yun, kepala ekonom NAR, dalam sebuah pernyataan.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan, klaim pengangguran awal AS meningkat menjadi 215.000 minggu lalu, naik 4.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

 Ilustrasi wall street

Namun rata-rata pergerakan 4-minggu, dipandang sebagai metrik utama kondisi pasar tenaga kerja, turun menjadi 214.500, penurunan 500 dari rata-rata direvisi pekan sebelumnya.

Pertumbuhan PDB kuartal kedua AS direvisi ke tingkat tahunan sebesar 2%, menurut perkiraan kedua yang dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi pada Kamis (29/8/2019). Tingkat pertumbuhan tersebut 0,1 poin persentase lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang dirilis pada Juli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini