nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Susi Bangun Pasar Modern seperti Tsukiji Rp22 Miliar di Palembang

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 30 Agustus 2019 15:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 30 320 2098605 menteri-susi-bangun-pasar-modern-seperti-tsukiji-rp22-miliar-di-palembang-KbABqFSudp.jpeg Groundbreaking Pasar Ikan Modern di Palembang (Foto: Okezone.com/Dok. KKP)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali membangun pasar ikan modern seperti di Jakarta dan Bandung. Kali ini, kementerian di bawah kepemimpinan Menteri Susi Pudjiastuti, membangun pasar ikan modern yang ketiga di Kota Palembang.

Sekretaris Jenderal KKP Nilanto Perbowo mengatakan, bahwa pembangunan pasar ikan modern ini merupakan pelaksanaan atas Inpres Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional dan Perpres Nomor 3 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.

Baca Juga: Tuna hingga Gurita Indonesia Diminati Meksiko hingga Oman

"Pembangunan PIM (pasar ikan modern) merupakan arahan langsung Presiden Joko Widodo kepada Menteri Kelautan dan Perikanan untuk membangun pasar ikan seperti Pasar Ikan Tsukiji di Jepang yang menjadi role model untuk pasar-pasar ikan di Indonesia,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/9/2019).

Nilanto yang juga menjabat Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) menambahkan, pembangunan PIM bertujuan untuk menyediakan pasar yang memenuhi standar sanitasi dan higienitas dengan ikan bermutu dan aman dikonsumsi, menjadi sentra bisnis, tempat promosi dan edukasi, serta destinasi wisata sektor kelautan dan perikanan.

KKP Bangun Pasar Ikan Modern

“Dengan begitu, masyarakat Kota Palembang secara khusus dan Provinsi Sumatera Selatan pada umumnya dapat meningkatkan konsumsi ikan dalam rangka mendukung pembentukan SDM yang unggul, sehat, kuat, dan cerdas,” ungkapnya.

PIM yang dibangun dengan anggaran KKP sebesar Rp22,94 miliar ini berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota Palembang seluas 9.025 m2. Selama proses pembangunan, untuk sementara lahan tersebut diserahkan kepada KKP.

Baca Juga: Sepatu Olahraga Jadi Komoditas Ekspor Utama Indonesia, Terbanyak Dikirim ke AS

Setelah selesai dibangun, PIM akan dikelola oleh Pemerintah Kota Palembang. Lokasi PIM dinilai sangat strategis karena berada di tengah kota, tepatnya di Jl. MP. Mangkunegara, Kecamatan Ilir Timur II, Kelurahan Ilir 8, Kota Palembang. Lokasi ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.

Bangunan PIM direncanakan akan terdiri dari 2 lantai dengan total luas bangunan mencapai 6.348 m2 ini. Di dalamnya, bangunan akan dilengkapi dengan 210 lapak yang terbagi atas 90 lapak ikan segar, 80 lapak ikan hidup, dan sisanya sebagai lapak ikan olahan kering dan kuliner, serta tempat pameran. Selain itu, fasilitas penunjang lainnya seperti mesin es (ice flake machine) berkapasitas 1,5 ton, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tempat parkir, mushola, kantor pengelola, gudang, dan pos jaga juga akan dibangun dalam area PIM.

Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan, Akhmad Najib, mengajak seluruh masyarakat Palembang untuk memanfaatkan PIM sebagai sarana untuk memasarkan ikan-ikan hasil produksi. Dia juga mengajak para pelaku usaha perikanan untuk turut serta membantu masyarakat memperoleh ikan dengan mutu baik dan harga terjangkau.

"Semua yang terlibat dalam PIM harus dapat menerapkan perilaku masyarakat yang bersih, rapi, dan tidak jorok," pesan Najib.

KKP dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap bahwa dengan letak yang strategis, arsitektur bangunan modern bernuansa atap adat Palembang, fasilitas pasar sesuai standar sanitasi dan higienitas, tempat promosi-edukasi, lahan parkir yang luas, dan fasilitas pendukung lainnya akan menjadikan PIM Palembang sebagai destinasi wisata baru masyarakat Palembang dan sekitarnya. Bahkan, diharapkan PIM ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini