nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Jonan Buka-bukaan Pasokan Listrik di Ibu Kota Baru

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 30 Agustus 2019 11:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 30 470 2098523 menteri-jonan-buka-bukaan-pasokan-listrik-di-ibu-kota-baru-otivxwtPsY.jpg Jonan Buka-bukaan Pasokan Listrik di Ibu Kota Baru (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah resmi menetapkan dua wilayah di Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi pembangunan ibu kota baru pengganti Jakarta. Wilayah tersebut berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara.

 Baca Juga: Pemindahan Ibu Kota Dinilai Terlalu Cepat, Menko Darmin: Tungga Saja

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasus Jonan mengatakan bahwa Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait pemetaan wilayah untuk tata ruang serta kesiapan infrastruktur energi, khususnya ketenagalistrikan.

"Jadi kami juga sudah mulai mempersiapkan bersama Bappenas. Ada 2 unit dari Kementerian ESDM yang akan mendukung Bappenas untuk persiapan. Satu, dari Badan Geologi untuk masalah topografi, studi tanah, air, cekungan air tanah dan sebagainya. Yang kedua tentang kelistrikan, jadi tinggal dirunding," tutur Jonan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

 Baca Juga: Ibu Kota Pindah, Infrastruktur Internet Diminta Harus Memadai

Data dan informasi kebumian menjadi aspek penting dalam pembangunan infrastruktur dan tata ruang. Rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi bahan masukan sekaligus evaluasi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota yang sudah ada maupun yang akan disusun.

 Desain Ibu Kota Baru

Pasokan listrik di wilayah tersebut juga akan dapat dipenuhi dengan baik. Menurut Jonan, saat ini PT PLN (Persero) sudah dapat melakukan pemasangan listrik dalam jumlah yang besar.

"Tiap tahun juga sambung listrik, memasang listrik besar sekali 1 juta hingga 1,5 juta sambungan, jadi tidak masalah," imbuhnya.

 Desain Ibu Kota Baru

Jumlah ini didasarkan pada rencana jumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ikut dipindah ke ibu kota baru.

"Tidak ada masalah (untuk pasokan listrik), karena yang pindah misalnya tahap pertama kira-kira 200 ribu ASN, dikali 5 orang (satu keluarga) sudah satu juta. Jadi kalau dipindah sampai sekitar 250 ribu atau 500 ribu rumah tangga mestinya (pasokan listrik) tidak ada masalah," kata Jonan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini