Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Bisa Jadi Produsen Kendaraan Listrik? Ini Kata Menko Luhut

   Indonesia Bisa Jadi Produsen Kendaraan Listrik? Ini Kata Menko Luhut
Indonesia Bisa Jadi Produsen Mobil Listrik? (Foto: Okezone/Taufik)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meyakini bahwa Indonesia saat ini sudah saatnya menjadi produsen kendaraan listrik antara lain karena berbagai bahan komponen pendukung pembuatannya ada di Indonesia.

Menko Maritim mengingatkan sekitar 70%-80% komponen pembentuk baterai lithium yang esensial bagi kendaraan listrik, terdapat di Indonesia.

Selain itu, Menko Kemaritiman juga mengingatkan berbagai pihak ingin berinvestasi di dalam negeri, yang terkait pula dengan produksi berbagai komponen pendukung pembentuk kendaraan listrik.

Baca Juga: Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar Kendaraan Listrik

Apalagi, Luhut mengingatkan bahwa saat ini udara di berbagai kota besar seperti Jakarta sudah tercemar sehingga penting untuk menggantikan kendaraan yang masih menggunakan energi fosil agar berubah menjadi kendaraan listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan.

Pembicara lainnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga mengingatkan berbagai manfaat terkait penggunaan kendaraan listrik, yaitu bisa mengurangi impor migas, membentuk lingkungan yang lebih sehat untuk anak cucu atau generasi mendatang.

 Baca Juga: PLN: Cas Mobil Listrik Lebih Murah Dibanding Beli Bensin

Selain itu, ujar Moeldoko, penggunaan kendaraan listrik juga bisa membantu menyehatkan PLN karena berarti akan semakin banyak kendaraan listrik yang menggunakan energi aliran listrik dari PLN untuk melakukan pengisian daya muat baterai.

"Saya yakin kalau sekarang mobil listrik harganya masih mahal, sebentar lagi akan bisa dikonsumsi secara luas oleh masyarakat Indonesia," ucapnya dalam acara Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

 Mobil Listrik

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement