nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aset Negara di Sektor Hulu Migas Capai Rp490 Triliun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 04 September 2019 19:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 04 320 2100725 aset-negara-di-sektor-hulu-migas-capai-rp490-triliun-Li5VqRGkg2.jpg Aset Negara di Sektor Migas Capai Rp490 Triliun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan, nilai aset negara atau Barang Milik Negara (BMN) di sektor hulu migas sebesar Rp490 miliar. Nilai itu termasuk aset hulu migas dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan kontribusi sebesar 48% dari total aset.

Baca Juga: Kelola Aset Negara, LMAN Sumbang Rp2,7 Triliun untuk Negara

Direktur Piutang dan Kekayaan Negara Lain-lain Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Dodi Iskandar menjelaskan, seluruh barang dan peralatan yang secara langsung digunakan dalam kegiatan usaha hulu yang dibeli kontraktor memang menjadi kekayaan negara, yang pembinaannya dilakukan oleh pemerintah dan dikelola oleh Badan Pelaksana.

kilang

"Totalnya ada Rp490 triliun, sebagian besar masih dikelola KKKS-nya karena belum terminasi. BMN kita itu tersebar, sejak di beli sudah jadi BMN, tapi masih digunakan KKKS sendiri dan mendapat izin persetujuan dari DJKN,"ujar dia di Kantor DJKN, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca Juga: Lindungi Aset Negara, Kemenkeu Asuransikan 1.862 Gedung Mulai Agustus

Dia menjelaskan, saat KKKS melakukan eksplorasi dan eksploitasi maka diwajibkan membayar sewa terhadap segala bentuk BMN di sektor hulu migas. Hal itu berupa tanah, harta benda modal, harta benda inventaris, materiaI persediaan pada masa eksplorasi atau produksi, barang dari Contract of Work yang berada dalam tanggung jawab kontraktor, maupun sisa atau limbah hasil dari proses operasi atau produksi.

"Kita bisa melakukan pemanfaatan BMN eksterminasi. BMN digunakan pihak-pihak usaha migas tersebut, mereka harus dapat izin dari DJKN dan bayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) kepada kas negara," jelas dia.

Dengan pemanfaatan BMN di sektor hulu migas itu, KKKS menyetorkan PNBP setiap tahunnya. Pada tahun 2017 penerimaan negara dari sektor ini sebesar Rp400 miliar, mengalami penurunan di 2018 yang sebesar Rp310 miliar.

Hingga pertengahan tahun 2019, DJKN sudah mengumpulkan PNBP dari sektor hulu migas sebesar Rp117 miliar. "Seerti kalau diatas tanahnya mau dibuat pipa tertentu, dia (KKKS) harus bayar, dan sebagainya. Sehingga dalam 3 tahun terakhir hampir Rp1 triliun (PNBP yang masuk)," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini